HAPRYANTI, AMANDA RIPY (2026) REPRESENTASI BULLYING DALAM FILM MONSTER (2023). S1 thesis, universitas malikussaleh.

[img] Text
COVER RIPY HAPRYANTI.pdf

Download (114kB)
[img] Text
ABSTRAK RIPY HAPRYANTI.pdf

Download (309kB)
[img] Text
BAB 1 RIPY HAPRYANTI.pdf

Download (218kB)
[img] Text
DAPUS RIPY HAPRYANTI.pdf

Download (312kB)
[img] Text
SKRIPSI AMANDA RIPY HAPRYANTI (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggambaran bullying dalam film Monster (2023) dengan menggunakan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce. Didorong oleh maraknya kasus bullying di Indonesia dan kemampuan film dalam menggambarkan masalah sosial, film Monster dipilih karena mengeksplorasi bullying dan homoseksualitas melalui narasi multi-perspektif, serta pengakuan internasional yang diraihnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis indikator bullying dalam film. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan analisis semiotik Charles Sanders Peirce yang menekankan representamen, objek, dan interpretasi. Data primer diperoleh dari film Monster, dilengkapi dengan data sekunder dari literatur terkait, menggunakan metode pengamatan dan dokumentasi adegan film sebagai metode pengumpulan data. Analisis data mengikuti kerangka kerja Miles dan Huberman, meliputi reduksi, presentasi, dan kesimpulan. Temuan studi ini menunjukkan bahwa film Monster menggambarkan bullying secara kompleks melalui enam adegan kunci. Setiap adegan menggambarkan bullying dalam manifestasi fisik, verbal, dan psikologis melalui ikon (gambar literal), indeks (indikator sebab-akibat), dan simbol (makna sosial). Misalnya, sepatu yang dibuang (ikon) melambangkan penolakan (indeks) dan mewakili degradasi identitas (simbol), sedangkan frasa ―pig brain‖ berfungsi sebagai simbol agresi verbal yang mengacu pada trauma psikologis korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Monster secara efektif menggambarkan masalah perundungan yang multifaset, mencakup kekerasan fisik yang terang-terangan dan bentuk-bentuk tersembunyi seperti penolakan dan stigma sosial. Metodologi semiotik Peirce secara efektif mengungkap makna tersembunyi, meningkatkan kesadaran akan dampak bullying dan pentingnya empati serta penerimaan terhadap identitas yang beragam.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi
Depositing User: Amanda Ripy Hapryanti
Date Deposited: 04 Mar 2026 03:32
Last Modified: 04 Mar 2026 03:32
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18756

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by