WATI, SILVIA (2026) REPRESENTASI NILAI-NILAI FEMINISME DALAM FILM BRAVE. S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
DAPUS.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SKRIPSI SILVIA FULL.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Representasi Nilai-nilai Feminisme dalam Film Brave (2012)”. Fenomena masalah yang mendasari penelitian ini adalah kecenderungan industri film seperti dongeng dan film animasi yang merepresentasikan perempuan sebagai objek pasif yang bergantung terhadap sosok laki-laki, sehingga memperkuat stereotip gender dan sistem patriarki. Film Brave yang tayang pada 10 Juni 2012 hadir dengan menampilkan sosok perempuan yang tidak bergantung pada sosok laki-laki. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai feminisme eksistensial Simone de Beauvoir (1949) yang terkandung dalam film Brave. Melalui pengamatan terhadap scene atau adegan yang ada pada film, penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall, khususnya pada pendekatan konstruksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis nilai-nilai feminisme yang direpresentasikan oleh tokoh utama dalam film tersebut, yaitu Merida. Pengumpulan data primer didapatkan dari cuplikan adegan dan dialog film, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sementara analisis data menggunakan model dari Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendapati tiga temuan utama. Pertama, nilai penolakan terhadap posisi liyan (The Other), terepresentasi melalui teguran tata krama dan praktik perjodohan yang menjadikan Merida sebagai objek. Kedua, nilai transendensi, terepresentasi ketika Merida melampaui batasan dengan ia yang keluar dari istana menuju hutan dan memanah. Ketiga, kebebasan yang bertanggung jawab, terepresentasi ketika Merida meminta mantra kepada penyihir, menerima konsekuensi atas pilihannya, dan memperbaiki kesalahannya. Dengan demikian, film Brave tidak hanya sebagai hiburan semata, namun juga sebagai sarana penyampaian pesan kesetaraan gender. Kata Kunci: Feminisme Eksistensial, Film Brave, Representasi, Simone de Beauvoir, Stuart Hall
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HE Transportation and Communications P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Silvia V Via |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 03:13 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 03:13 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20404 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




