SYAHIRA, INTAN (2025) BERTAHAN DI TENGAH ARUS ZAMAN Studi Etnografi Industri Kerajinan Gerabah Tradisional di Gampong Cot Bada Tunong Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER INTAN SYAHIRA.pdf

Download (67kB)
[img] Text
ABSTRAK INTAN SYAHIRA.pdf

Download (230kB)
[img] Text
BAB1 INTAN SYAHIRA.pdf

Download (264kB)
[img] Text
DAPUS INTAN SYAHIRA.pdf

Download (289kB)
[img] Text
SKRIPSI INTAN SYAHIRA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bertahan di Tengah Arus Zaman (Studi Etnografi Industri Kerajinan Gerabah Tradisional di Gampong Cot Bada Tunong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perajin gerabah dalam mempertahankan kerajinan gerabah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kerajinan gerabah tradisional di Gampong Cot Bada tunong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi partisipan, wawancara dan studi dokumen. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perajin gerabah di Gampong Cot Bada Tunong mengembangkan strategi bertahan melalui diversifikasi pemasaran yang dijalankan melalui penjualan langsung di pinggir jalan raya, distribusi melalui jaringan pengepul (muge) dan agen yang menjangkau luar daerah, serta promosi digital melalui media sosial seperti TikTok. Selain itu, pewarisan pengetahuan berlangsung secara lintas generasi melalui tiga pola, yakni vertikal dalam keluarga inti, horizontal antarteman sebaya, dan oblique melalui pihak di luar orang tua kandung. Pola oblique ini umumnya terjadi melalui pelatihan yang difasilitasi oleh pihak eksternal, seperti sekolah dan pemerintah. Di samping mempertahankan strategi pemasaran dan pewarisan pengetahuan tersebut, para perajin juga melakukan inovasi produk dengan memperluas variasi hasil kerajinan. Produk yang semula terbatas pada alat masak tradisional, seperti beulangong (belanga), kanot (periuk), dan capah (cobek), kini dikembangkan menjadi barang seni dan fungsional modern, seperti pot bungong (pot bunga), asbak rukok (asbak rokok), celeng (celengan), serta caprok (cobek kecil) yang dimanfaatkan sebagai suvenir pada acara pernikahan. Temuan lapangan lainnya menunjukkan keberlangsungan ditopang oleh keberadaan perajin aktif yang tetap bertahan, permintaan pasar yang stabil, nilai budaya yang kuat serta solidaritas sosial antarperajin dan dukungan pemerintah. Namun, industri gerabah mengalami hambatan seperti, keterbatasan modal dan ketiadaan teknologi, serta persaingan dengan produk modern, krisis regenerasi, menurunnya kualitas bahan baku seperti tanah liat, minat perajin yang rendah dalam berinovasi dan pengaruh cuaca yang memengaruhi proses produksi. Dengan demikian, ketahanan kerajinan ini bergantung pada kemampuan adaptif perajin dan dukungan sistematis dalam regenerasi, teknologi, dan kebijakan pelestarian.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 82201 - Jurusan Antropologi
Depositing User: INTAN SYAHIRA
Date Deposited: 27 Feb 2026 03:53
Last Modified: 27 Feb 2026 03:53
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18674

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by