Mauizzah, Nisfatul (2026) DISFUNGSI STRUKTURAL RELOKASI PEDAGANG KE PASAR BARU (Studi Kasus di Desa Lancang Barat Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
cover.pdf Download (55kB) |
|
|
Text
ABSTRAK_.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
BAB 1_.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (168kB) |
|
|
Text
skripsi sidang cetak.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menciptakan ketertiban ruang publik, khususnya pada kawasan yang dianggap mengganggu fungsi infrastruktur seperti jalur rel kereta api. Fenomena tersebut terjadi di Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, di mana pedagang memanfaatkan area sekitar rel kereta api sebagai tempat berdagang. Pemerintah kemudian melakukan relokasi pedagang ke pasar baru yang dibangun sebagai alternatif lokasi perdagangan. Namun, dalam pelaksanaannya, pasar baru tersebut tidak berfungsi secara optimal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pasar baru pasca relokasi pedagang serta menganalisis penyebab pedagang kembali berjualan di lokasi lama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pedagang kaki lima, masyarakat sekitar pasar, dan aparat desa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton untuk menganalisis fungsi manifes, fungsi laten, serta disfungsi dari kebijakan relokasi pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar baru belum mampu menjalankan fungsi manifesnya sebagai pusat perdagangan akibat keterbatasan akses jalan, lokasi pasar yang kurang mudah dijangkau, kapasitas kios yang tidak sebanding dengan jumlah pedagang, serta lemahnya pengelolaan fasilitas pasar. Kondisi tersebut menimbulkan disfungsi sosial dan ekonomi yang ditandai dengan rendahnya aktivitas perdagangan dan minimnya kunjungan pembeli. Selain itu, tidak adanya penegakan aturan secara tegas menyebabkan terbentuknya legitimasi sosial terhadap lokasi lama sebagai ruang perdagangan alternatif. Situasi tersebut merupakan manifestasi dari disfungsi struktural yang mendorong pedagang kembali berjualan di sekitar rel kereta api sebagai bentuk adaptasi terhadap struktur ruang yang dianggap lebih mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi. Kata Kunci: Pedagang Kaki Lima, Relokasi Pedagang, Disfungsi Struktural, Fungsionalisme Struktural.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HF Commerce H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 69201 - Jurusan Sosiologi |
| Depositing User: | Nisfatul Mauizzah |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 02:00 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 02:00 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18565 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




