WANDIRA, AYU (2025) KOMUNIKASI ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH KOTA LHOKSEUMAWE DALAM MEMBANGUN TEAM WORK PENEGAKKAN SYARIAT ISLAM. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER AYU WANDIRA.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
ABSTRAK AYU WANDIRA.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
BAB 1 AYU WANDIRA.pdf Download (369kB) |
|
|
Text
DAPUS AYU WANDIRA.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
SKRIPSI AYU WANDIRA.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Komunikasi Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe dalam Membangun Team work Penegakan Syariat Islam.” Permasalahan penelitian ini berangkat dari belum optimalnya komunikasi organisasi antara Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe dalam pelaksanaan penegakan syariat Islam. Permasalahan tersebut ditandai dengan lemahnya koordinasi lapangan, ketidakteraturan jadwal kerja, kurang jelasnya penyampaian instruksi, serta munculnya hambatan komunikasi internal dan eksternal yang berdampak pada belum terbangunnya kerja tim yang solid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola komunikasi organisasi Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe dalam membangun team work penegakan syariat Islam, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan komunikasi yang memengaruhi proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Linking Pin sebagai kerangka analisis untuk memahami alur komunikasi vertikal dan horizontal dalam organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan aparat Satpol PP, Wilayatul Hisbah, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan penegakan syariat Islam. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe berlangsung melalui komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. Komunikasi vertikal dilakukan melalui penyampaian intruksi, arahan, dan pelaporan dari pimpinan kepada anggota maupun sebaliknya. Sementara itu, komunikasi horizontal terjalin melalui koordinasi teknis, pembagian tugas, dan pertukaran informasi antaranggota dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan komunikasi, tekanan eksternal dari masyarakat, serta keterbatasan komunikasi publik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berperan penting dalam membangun team work Satpol PP dan Wilayatul Hisbah. Penguatan koordinasi, kejelasan instruksi, serta perbaikan pola komunikasi internal dan eksternal diperlukan agar penegakan syariat Islam dapat berjalan lebih efektif.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HE Transportation and Communications H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | AYU WANDIRA |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 03:52 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 03:52 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18209 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




