YARITA, HASNA (2025) MODEL KOMUNIKASI PENDIDIKAN DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN UNTUK MENGHINDARI PRAKTIK BULLYING (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Bireuen). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (37kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (98kB) |
|
|
Text
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (19MB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Model Komunikasi Pendidikan dalam Menumbuhkan Kesadaran untuk Menghindari Praktik Bullying (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Bireuen)”. Landasan teoritis penelitian ini berangkat dari konsep komunikasi pendidikan yang memandang proses belajar sebagai bentuk interaksi antara komunikator (guru) dan komunikan (siswa), di mana pesan-pesan moral dan nilai sosial disampaikan untuk membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini mengacu pada Model Komunikasi Harold D Lasswell yang sederhana terdiri dari lima tahapan, yaitu Who, Say What, In Which Chanel, & To Whom dalam mencapai efektivitas komunikasi pendidikan. Penelitian ini berlandaskan pada Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih maraknya praktik bullying di lingkungan sekolah, termasuk di SMA Negeri 2 Bireuen. Pemilihan lokasi di SMA Negeri 2 Bireuen dilandasi oleh adanya program internal sekolah yang sudah berupaya menekan angka bullying melalui komunikasi edukatif seperti layanan bimbingan konseling, penyampaian pesan moral, serta kampanye antibullying melalui media visual. Namun, efektivitasnya masih belum optimal sehingga menarik untuk dikaji lebih dalam melalui perspektif komunikasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta menggunakan teori Model Komunikasi Harold D Lasswell sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan di SMA Negeri 2 Bireuen dilaksanakan melalui pendekatan persuasif guru, layanan konseling, integrasi nilai moral dalam pembelajaran, serta penggunaan media seperti spanduk dan poster. Model komunikasi pendidikan yang diterapkan di SMA N 2 Bireuen bersifat integrstif dan humanistik. Model yang diterapkan di SMA N 2 Bireuen sejalan dengan teori komunikasi Lasswell yang meliputi lima komponen utama, yaitu: Who (Siapa), Says What (Apa yang disampaikan), In Which Channel (Melaui saluran apa), To Whom (Kepada siapa), With What Effect (Dengan pengaruh apa).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | HASNA YARITA |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 08:51 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 08:51 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/17939 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




