CAHYATI, NIKY (2026) ANALISIS MAKNA SIMBOLIS DALAM PROSESI PANGGIH (TEMU MANTEN) PADA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA ALUR TANI SATU KECAMATAN TAMIANG HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER NIKY.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
ASBTRAK NIKY.pdf Download (267kB) |
|
|
Text
BAB I NIKY.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
DAPUS NIKY.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
SKRIPSI NIKY CAHYATI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Pernikahan adat Jawa merupakan tradisi budaya yang sarat akan simbol dan nilai filosofis, di mana setiap prosesi di dalamnya bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung pesan dan harapan yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu rangkaian yang paling bermakna adalah Prosesi Panggih (Temu Manten), yang di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, masih dilestarikan meskipun telah mengalami sejumlah penyesuaian akibat proses akulturasi dengan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolis dalam prosesi pernikahan adat Jawa di Kecamatan Tamiang Hulu sebagai media komunikasi budaya dalam merepresentasikan nilai-nilai filosofis masyarakat setempat, dengan rumusan masalah bagaimana masyarakat Jawa di wilayah tersebut memaknai simbol-simbol yang terdapat dalam Prosesi Panggih.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dianalisis melalui Teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer yang menekankan bahwa makna suatu simbol tidak melekat secara alami pada objeknya, melainkan lahir dan terus direproduksi melalui proses interaksi sosial. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi terhadap informan kunci (tokoh adat), informan utama (pengantin dan orang tua pengantin), serta informan tambahan (masyarakat suku Jawa setempat), kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh tahapan Prosesi Panggih, yaitu iring-iringan, tukar kembar mayang, balangan gantal, wiji dadi, sinduran, sungkeman, dan dulangan.membentuk satu kesatuan narasi simbolis yang merepresentasikan nilai kesiapan, kejujuran, kesetaraan peran, tanggung jawab, dan penghormatan dalam membangun rumah tangga. Konsistensi pemaknaan lintas informan menegaskan bahwa simbol-simbol tersebut merupakan hasil kesepakatan sosial yang terus dipertahankan lintas generasi. Penelitian ini juga menemukan kekhasan lokal berupa penggunaan kain jarik sebagai pengganti kain sindur pada prosesi sinduran, yang menunjukkan adanya dinamika adaptasi budaya Jawa di wilayah perantauan tanpa menghilangkan esensi maknanya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HE Transportation and Communications H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Niky Cahyati |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 06:10 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 06:10 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23674 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




