Sintia, Rani (2026) FEAR OF MISSING OUT (FOMO) ATAS TERPAAN IKLAN BONEKA LABUBU OLEH LISA BLACKPINK PADA PENGGEMAR K-POP (Studi Di Jorong Sawah Mudik, Desa Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
cover rani.pdf

Download (204kB)
[img] Text
abstrak rani.pdf

Download (255kB)
[img] Text
bab 1 rani.pdf

Download (400kB)
[img] Text
dapus rani.pdf

Download (246kB)
[img] Text
SKRIPSI RANI SINTIA - [finally].pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam fenomena Fear of Missing Out (FoMO) akibat terpaan promosi boneka Labubu oleh Lisa Blackpink pada penggemar K-Pop di Jorong Sawah Mudik, Desa Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal (single case study) yang dipisah ke dalam kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-OR). Data diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap 7 orang informan yang terdiri dari 5 informan utama (penggemar K-Pop) dan 2 informan triangulasi (orang tua dan rekan sebaya), serta dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Stimulus (S): Terpaan promosi visual Lisa Blackpink membawa boneka Labubu yang masuk secara intensif melalui media sosial (TikTok, Instagram, dan X) bertindak sebagai stimulus utama. Kehadiran Lisa Blackpink sebagai idola global menghasilkan halo effect dan interaksi parasosial yang mengonstruksi pemaknaan boneka Labubu dari sekadar mainan menjadi simbol gaya hidup eksklusif dan tren modern. 2) Organism (O): Terpaan stimulus memicu proses psikologis internal berupa kecemasan Fear of Missing Out (FoMO). Para penggemar K-Pop di Jorong Sawah Mudik mengalami perasaan cemas, takut terisolasi dari kelompoknya (need to belong), serta disonansi kognitif akibat pertarungan antara dorongan emosional meniru idola dengan hambatan ekonomi dan geografis perdesaan. 3) Response (R): Sebagai koping atas kecemasan FoMO, penggemar menunjukkan respons instrumental dengan mengalokasikan tabungan untuk membeli produk asli melalui jasa titip (jastip) maupun produk tiruan (dupe) di e-commerce. Selain itu, muncul respons ekspresif berupa perilaku konsumsi mencolok (conspicuous consumption), seperti mengunggah konten unboxing di media sosial untuk memperoleh validasi dan pengakuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terpaan promosi digital berbasis idola mampu menembus sekat geografis perdesaan dan menggerakkan tindakan emosional serta ekonomi masyarakat lokal.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi
Depositing User: RANI SINTIA
Date Deposited: 07 Oct 2026 02:18
Last Modified: 07 Oct 2026 02:18
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23459

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by