AJIRNI, AJIRNI (2026) PELAYANAN PENANGANAN STUNTING (Studi di Puskesmas Darul Aman, Aceh Timur). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER AJIRNI.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
ABSTRAK AJIRNI.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
BAB 1 AJIRNI.pdf Download (335kB) |
|
|
Text
DAPUS AJIRNI.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_AJIRNI_220210124.pdf Restricted to Registered users only Download (23MB) |
Abstract
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Di Kabupaten Aceh Timur, angka prevalensi stunting mengalami peningkatan dari 29,7% pada tahun 2023 menjadi 36,7% pada tahun 2024, di mana Kecamatan Darul Aman mencatatkan 41 kasus balita stunting. Fenomena ini menunjukkan belum maksimalnya Kualitas Pelayanan Penanganan Stunting di Puskesmas Darul Aman, yang ditandai oleh tidak teraturnya jadwal pelaksanaan posyandu, kurang bervariasinya menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta keterlambatan pendistribusian stok gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelayanan penanganan stunting di Puskesmas Darul Aman serta mengidentifikasi hambatan internal dan eksternal yang dihadapi oleh pihak puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan penanganan stunting di Puskesmas Darul Aman dilaksanakan melalui tiga upaya. Pertama, penyediaan tenaga kesehatan dilakukan dengan membentuk tim terpadu (ahli gizi, bidan desa, dan kader) serta melakukan kunjungan rumah secara berkala. Langkah ini terbukti meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kedua, penyuluhan dan pelatihan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur dan diskusi bulanan antarpetugas di puskesmas. Ketiga, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berjalan efektif karena petugas dan kader mendatangi langsung rumah warga, didukung alat ukur yang akurat serta ketersediaan stok makanan yang terjaga. Namun, penanganan stunting masih menghadapi beberapa hambatan, yaitu dari faktor internal meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, beban kerja petugas yang ganda, dan insentif kader yang masih terbatas. Sementara itu, hambatan dari faktor eksternal berupa masih rendahnya kesadaran dan pola pikir orang tua serta masyarakat mengenai pentingnya penanganan stunting.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | AJIRNI AJIRNI |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 08:08 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 08:08 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22766 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




