SEMBIRING, ADELIA CITRA (2026) STRATEGI KOMUNIKASI HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) KEPOLISIAN RESOR PELABUHAN BELAWAN DALAM PENCEGAHAN KASUS TAWURAN. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER ADEL.pdf

Download (91kB)
[img] Text
ABSTRAK ADEL.pdf

Download (228kB)
[img] Text
BAB I ADEL.pdf

Download (215kB)
[img] Text
DAPUS ADEL.pdf

Download (211kB)
[img] Text
SKRIPSI ADEL ACC CETAK doneee.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya kasus tawuran yang terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif dalam upaya pencegahannya. Humas Polres Pelabuhan Belawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, edukasi, dan imbauan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Humas Polres Pelabuhan Belawan dalam pencegahan kasus tawuran berdasarkan model komunikasi SMCR David K. Berlo yang meliputi Source (komunikator), Message (pesan), Channel (saluran), dan Receiver (penerima). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kasi Humas, anggota Humas Polres Pelabuhan Belawan, seorang korban tawuran, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pencegahan tawuran dilakukan melalui komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Pada unsur Source, komunikasi melibatkan Humas, pimpinan kepolisian, dan fungsi kepolisian lainnya sesuai dengan tugas masingmasing. Humas lebih berperan dalam pengelolaan dan penyampaian informasi melalui media, sedangkan komunikasi langsung kepada masyarakat lebih banyak dilakukan oleh fungsi Binmas dan unsur pimpinan kepolisian. Komunikasi langsung juga pernah dilakukan melalui program Jumat Curhat, yang pada saat penelitian sudah tidak lagi berjalan, serta melalui dialog dan sosialisasi dengan masyarakat. Pada unsur Message, pesan yang disampaikan berupa imbauan, nasihat, edukasi, larangan, dan peringatan mengenai dampak fisik, keluarga, masa depan, serta konsekuensi hukum dari tawuran. Pesan disusun dengan mempertimbangkan karakteristik masyarakat dan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Pada unsur Channel, komunikasi dilakukan secara langsung melalui tatap muka, sosialisasi, dan kehadiran kepolisian di lapangan, serta secara tidak langsung melalui Instagram, Facebook, berita daring, dan spanduk. Pada unsur Receiver, sasaran komunikasi meliputi remaja, orang tua, tokoh masyarakat, dan masyarakat secara umum. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat dapat mengetahui dan memahami pesan pencegahan tawuran yang disampaikan kepolisian, meskipun penerimaan melalui media sosial tidak dirasakan oleh seluruh informan. Dengan demikian, strategi komunikasi Humas Polres Pelabuhan Belawan dalam pencegahan tawuran dilakukan dengan mengombinasikan komunikasi langsung dan tidak langsung serta menyesuaikan komunikator, pesan, saluran, dan sasaran penerima berdasarkan kondisi masyarakat.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi
Depositing User: Adelia Citra Sembiring
Date Deposited: 03 Sep 2026 06:27
Last Modified: 03 Sep 2026 06:27
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22270

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by