BALQIS, PUTROE (2026) PRAKTIK PENGGUNAAN BAHASA ACEH DI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH (Studi Komunikasi Antarbudaya Di Kalangan Mahasiswa Suku Aceh). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
cover putroe.pdf Download (11kB) |
|
|
Text
abstrak putroe.pdf Download (13kB) |
|
|
Text
bab i putroe.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
dapus putroe.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
Putroe Balqis 210240076 SIdang (1).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul "Praktik Penggunaan Bahasa Aceh di Universitas Malikussaleh (Studi Komunikasi Antarbudaya di Kalangan Mahasiswa Suku Aceh)". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Aceh di kalangan mahasiswa suku Aceh, bahkan ketika berinteraksi dengan sesama mahasiswa Aceh. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan praktik berbahasa yang dipengaruhi oleh lingkungan kampus yang multikultural, sehingga mahasiswa cenderung menyesuaikan pilihan bahasa dalam interaksi sehari-hari. Padahal, Bahasa Aceh tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang perlu dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna penggunaan Bahasa Aceh bagi mahasiswa suku Aceh serta mendeskripsikan bentuk penyesuaian bahasa yang mereka lakukan dalam komunikasi antarbudaya di lingkungan Universitas Malikussaleh.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas mahasiswa suku Aceh serta informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep Praktik Bahasa Bernard Spolsky yang meliputi pilihan bahasa, ranah penggunaan bahasa, frekuensi penggunaan bahasa, dan pergantian bahasa (code switching), serta Teori Identitas Sosial Henri Tajfel dan John Turner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Aceh masih dimaknai oleh mahasiswa sebagai simbol identitas budaya, kebanggaan, serta sarana mempererat solidaritas dengan sesama mahasiswa Aceh. Namun, praktik penggunaannya mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh situasi komunikasi, keberagaman budaya di lingkungan kampus, serta kebutuhan untuk menciptakan komunikasi yang efektif. Mahasiswa lebih sering menggunakan Bahasa Aceh ketika berinteraksi dengan sesama mahasiswa Aceh yang memiliki kedekatan sosial, sedangkan Bahasa Indonesia lebih dominan digunakan ketika berkomunikasi dengan mahasiswa dari suku lain maupun dalam situasi formal. Mahasiswa juga melakukan pergantian bahasa (code switching) sebagai strategi komunikasi agar interaksi berlangsung lebih inklusif tanpa menghilangkan identitas budaya yang dimiliki. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik penggunaan Bahasa Aceh di lingkungan Universitas Malikussaleh merupakan bentuk negosiasi antara upaya mempertahankan identitas budaya dengan tuntutan adaptasi dalam komunikasi antarbudaya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HE Transportation and Communications H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | putroe balqis rais |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 03:29 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 03:29 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22196 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




