SIGALINGGING, RONAULINA ANGGRAINI GLORIA (2026) ADAPTASI BUDAYA BERBUSANA MAHASISWI HMKL (HIMPUNAN MAHASISWA KRISTIANI LHOKSEUMAWE). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER GLORIA.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
ABSTRAK GLORIA.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
BAB I GLORIA.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
DAPUS GLORIA.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
Skripsi (2) (1).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Mahasiswi HMKL (Himpunan Mahasiswa Kristiani Lhokseumawe) yang berasal dari luar Aceh menghadapi perbedaan budaya berpakaian ketika menempuh pendidikan di Kota Lhokseumawe. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya serta aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat dan kampus, sehingga mendorong mahasiswi HMKL untuk menyesuaikan cara berpakaian sebagai bagian dari proses adaptasi budaya. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana adaptasi budaya berbusana mahasiswi HMKL di Kota Lhokseumawe serta hambatan komunikasi antarbudaya yang dialami selama proses adaptasi. Adapun tujuan skripsi ini adalah untuk mengetahui proses adaptasi budaya berbusana mahasiswi HMKL dan hambatan komunikasi antarbudaya yang mereka alami selama tinggal di Kota Lhokseumawe. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan landasan konseptual Adaptasi Budaya Young Yun Kim. Informan berjumlah tujuh orang mahasiswi HMKL yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa adaptasi budaya berbusana mahasiswi HMKL berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu stress, adaptation, dan growth. Pada tahap stress, informan mengalami kesulitan menyesuaikan kebiasaan berpakaian akibat perbedaan budaya dan aturan yang berlaku. Pada tahap adaptation, informan mulai menyesuaikan cara berpakaian dengan mengamati kebiasaan masyarakat, teman sebaya, serta mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan kampus maupun masyarakat. Selanjutnya, pada tahap growth, informan merasa lebih nyaman, percaya diri, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa kehilangan identitas sebagai mahasiswi Kristiani. Hambatan komunikasi antarbudaya yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang budaya, kendala bahasa, dan perbedaan sikap. Hambatan tersebut dapat diatasi melalui interaksi sosial, proses pembiasaan, serta sikap saling menghormati terhadap budaya masyarakat setempat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HE Transportation and Communications H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | ronaulina adolf |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 06:38 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 06:38 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




