JUANDA, AKMAL (2025) NGOPI DI COFFE MOBIL KOTA LHOKSEUMAWE (Analisis Antropologi Budaya Kota Lhokseumawe). S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (130kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTKA.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SKRIPSI_AKMAL_JUANDA FULL.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Budaya ngopi merupakan salah satu praktik sosial yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan terus mengalami transformasi seiring perkembangan zaman. Di Kota Lhokseumawe, munculnya fenomena coffee mobil menjadi bentuk baru dari aktivitas ngopi yang memanfaatkan ruang publik dan menawarkan pengalaman sosial yang berbeda dibandingkan warung kopi konvensional. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan konsumsi minuman, tetapi juga merefleksikan perubahan pola hidup, gaya interaksi, serta pembentukan identitas sosial masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktivitas ngopi di coffee mobil berkembang menjadi kebudayaan baru di Kota Lhokseumawe serta mengkaji dampaknya terhadap penggunaan ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengunjung dan pelaku usaha coffee mobil, serta dokumentasi. Informan dipilih secara purposif untuk memperoleh data yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ngopi di coffee mobil telah berkembang menjadi kebudayaan baru yang ditandai oleh perubahan aktivitas, minat, dan opini masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan pemudi. Aktivitas ngopi tidak lagi semata-mata bertujuan untuk menikmati kopi, melainkan juga sebagai sarana berkumpul, berdiskusi, belajar, dan membangun relasi sosial. Menjawab rumusan masalah pertama, coffee mobil berperan sebagai ruang kultural baru yang membentuk pola interaksi sosial dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Sementara itu, menjawab rumusan masalah kedua, budaya ngopi di coffee mobil berdampak pada pemanfaatan ruang publik yang lebih fleksibel dan dinamis, sekaligus memunculkan perubahan dalam tatanan sosial dan ekonomi lokal. Kesimpulannya, coffee mobil di Kota Lhokseumawe tidak hanya merepresentasikan inovasi usaha, tetapi juga menjadi simbol transformasi budaya ngopi yang memperkuat fungsi ruang publik sebagai ruang sosial dan budaya masyarakat. Kata kunci: Coffee Mobil, Budaya Ngopi, Ruang Publik, Gaya Hidup
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 82201 - Jurusan Antropologi |
| Depositing User: | Akmal Juanda |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 07:45 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 07:45 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20812 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




