Siregar, M. Paisal (2026) KONSTRUKSI IDENTITAS PEREMPUAN DALAM FILM VINA: SEBELUM 7 HARI. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
cover.pdf

Download (150kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (158kB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (313kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (197kB)
[img] Text
full-Text skripsi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Konstruksi media massa merupakan proses ketika media, melalui pemilihan, penafsiran, dan penyusunan ulang makna, membentuk realitas sosial menjadi produk media yang kemudian diterima khalayak sebagai kebenaran. Melalui proses tersebut, media memiliki peran dalam membentuk identitas suatu kelompok sosial, termasuk identitas perempuan, sebagaimana yang menjadi fokus penelitian ini dalam film Vina: Sebelum 7 Hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses konstruksi identitas perempuan dalam film tersebut sebagai hasil dari konstruksi sosial media massa. Perempuan sebagai identitas sosial kerap dibentuk melalui representasi media, termasuk dalam konteks kekerasan berbasis gender yang angka kasusnya terus meningkat setiap tahun di Indonesia. Film Vina: Sebelum 7 Hari, yang diadaptasi dari peristiwa nyata, menjadi objek kajian yang relevan untuk melihat bagaimana media (dalam hal ini film) mengonstruksi identitas perempuan korban kekerasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan merujuk pada Teori Konstruksi Sosial Realitas Media Massa dari Peter L Berger dan Thomas Luckmann serta pemikiran Burhan Bungin. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap scene, dialog, dan narasi film, sementara data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumentasi terkait. Analisis data dilakukan melalui teknik triangulasi dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Vina sebagai perempuan korban terbentuk melalui tiga tahap konstruksi media massa. Pada tahap eksternalisasi, realitas kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ketidakadilan hukum diangkat ke dalam narasi dramatis film. Pada tahap objektivasi, realitas tersebut dipertegas melalui unsur sinematografi dan pengulangan narasi hingga diterima penonton sebagai kebenaran objektif. Pada tahap internalisasi, makna tersebut diserap ke dalam kesadaran kolektif penonton melalui keterlibatan emosional, sehingga mendorong perhatian publik terhadap penyelesaian kasus nyata di baliknya. Penelitian ini menegaskan bahwa film berperan aktif membentuk citra perempuan sebagai korban yang lemah, namun tetap memiliki ruang untuk menyuarakan kebenaran. Kata Kunci: Konstruksi Media Massa, Identitas Perempuan, Film.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi
Depositing User: M. Paisal Siregar Tioria dalimunthe
Date Deposited: 31 Jul 2026 09:28
Last Modified: 31 Jul 2026 09:28
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20773

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by