ULANDARY, LIFVIA NIZTA (2026) MODEL TRIPLE HELIX DALAM PENATAAN PASAR TRADISIONAL KOTA LHOKSEUMAWE. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
cover ll.pdf Download (13kB) |
|
|
Text
abstrak ll.pdf Download (51kB) |
|
|
Text
bab 1 ll.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
dapus ll.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
LIFVIA NIZTA ULANDARY.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Konsep Triple Helix yang dipopulerkan oleh Etzkowitz (1993) dan Etzkowitz dan Leydesdorff (1995) pada 1990-an merupakan suatu pendekatan dalam menciptakan sinergi kerja sama dari tiga aktor, yaitu akademisi, bisnis, dan pemerintahan untuk membangun ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Dari sinergi yang terbangun diharapkan dapat muncul sirkulasi pengetahuan antara aktor yang terlibat untuk melahirkan berbagai inovasi pengetahuan yang memiliki potensi untuk dikapitalisasi atau ditransformasi menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomis. Pasar merupakan salah satu tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk memperdagangkan barang dan jasa.tujuan penelitian ini Adalah 1. Untuk mengetahui bagaimana Model Triple Helix dalam penataan pasar tradisional Kota Lhokseumawe. 2. Untuk mengetahui kendala dalam melakukan Model Triple Helix dalam penataan pasar tradisional Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian yang bersifat kualitataif karena penelitian yang lebih cenderung bersifat deksriptif dan menggunakan analisis. Teknik yang digunakan peneliti dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu dalam penerapan Model Triple Helix Dimana penerapan Model tersebut pemerintah belum memprogramkan kerjasama antara 3 sektor yaitu pemerintah, akademisi dan industry dikarenakan ada beberapa factor yang harus dilakukan sebelum penerapan tersebut diterapkan. Kendala yang terdapat dalam penerapan Model Triple Helix di Kota Lhokseumawe yaitu tidak adanya kerjasama antara pemerintah, akademisi, serta pelaku usaha\bisnis sehingga penerapan model ini belum bisa diterapkan. Hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi,sosialisasi terhadap akademisi atau pelaku usaha, sehingga penerapan model triple helix ini belum terwujud sepenuhnya, serta kurangnya pemahaman terkait tentang pasar modern. Kesimpulan Model Triple Helix yaitu sebuah system yang mampu mengakomodir dan mempercepat proses dari strategi yang ditetapkan untuk mencapai tujuan, Model Triple Helix merupakan suatu hubungan yang mengaitkan antara pemerintah, akademisi, serta pelaku usaha Dalam penerapan Model Triple Helix di Kota Lhokseumawe terdapat beberapa kendala diantaranya yaitu, tidak adanya hubungan antara pemerintah, akademisi, serta pelaku usaha. Hubungan yang terjalin saat ini hanya pemerintah dan pelaku usaha saja. Disamping itu juga kendala yang ada yaitu kurangnya pengetahuan dari pelaku usaha terhadap social media (sosmed).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | LIFVIA NIZTA ULANDARY |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 04:54 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 04:54 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19395 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




