HASIBUAN, FAHRUL ROZY (2026) ANALISIS KANDUNGAN BUDAYA DALAM FILM HOW TO MAKE MILLIONS GRANDMA DIES. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
Cover Skripsi Fahrul rozy hasibuan A1 (1).docxxxxx.pdf Download (67kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (44kB) |
|
|
Text
BAb I.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
DApus.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
Skripsi Fahrul rozy hasibuan A1 (1).docxxxxx.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dalam film How to Make Millions Before Grandma Dies. Fokus penelitian diarahkan pada penggambaran budaya benda dan budaya non-benda yang muncul dalam adeganadegan film, serta bagaimana keduanya membentuk makna budaya keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika untuk mengkaji tanda-tanda visual dan makna sosial yang ditampilkan dalam scene film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya benda direpresentasikan melalui artefak seperti rumah nenek, dapur, kamar lansia, meja makan keluarga, serta benda-benda lama yang masih dipertahankan. Artefak tersebut memiliki makna budaya, di mana rumah menjadi pusat kehidupan keluarga, dapur menjadi ruang perawatan dan perhatian, kamar lansia menunjukkan penghormatan terhadap orang tua, dan meja makan merepresentasikan kebersamaan keluarga. Benda-benda warisan yang disimpan memperlihatkan kesinambungan sejarah keluarga serta keterikatan emosional terhadap masa lalu. Sementara itu, budaya non-benda tercermin melalui nilai kasih sayang, kepedulian, kesabaran, tanggung jawab terhadap orang tua, serta pentingnya kebersamaan keluarga. Hubungan antara nenek dan cucu memperlihatkan kedekatan emosional yang dibangun melalui kehadiran dan perhatian. Perubahan sikap tokoh utama menunjukkan proses pemahaman nilai keluarga yang berkembang melalui pengalaman interaksi dalam lingkungan keluarga. Pembahasan menunjukkan bahwa budaya dalam film direpresentasikan sebagai kesatuan antara wujud fisik dan makna sosial. Budaya benda menjadi media visual yang menampilkan praktik kehidupan keluarga, sedangkan budaya non-benda memberikan makna terhadap praktik tersebut. Keduanya saling melengkapi dalam menggambarkan budaya keluarga sebagai sistem kehidupan yang menempatkan kebersamaan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap orang tua sebagai inti hubungan sosial. Kata kunci: representasi budaya, budaya benda, budaya non-benda, keluarga, film.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HE Transportation and Communications P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201 - Jurusan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | FAHRUL ROZY HASIBUAN |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 03:19 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 03:19 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19319 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




