TUMANGGER, SAMSINAR BR. (2026) ANALISIS MAKNA SIMBOLIS TRADISI MEMBUKA OBONOBON DALAM ADAT PERNIKAHAN KOTA SUBULUSSALAM. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER.pdf

Download (61kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (208kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (193kB)
[img] Text
DAPUS.pdf

Download (184kB)
[img] Text
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Makna Simbolis Tradisi Membuka Obon-Obon dalam Adat Pernikahan Kota Subulussalam”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis yang terkandung dalam tradisi membuka obon-obon pada pesta pernikahan masyarakat Subulussalam, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan praktik tradisi obon-obon semakin jarang dilakukan di masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, aparatur desa, serta pelaku adat, dan dilengkapi dengan studi dokumentasi serta studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif antropologi interpretatif Clifford Geertz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi membuka obon-obon mengandung makna simbolis yang berkaitan dengan nilai penghormatan kepada keluarga perempuan, kesucian ikatan pernikahan, doa keberkahan bagi kedua mempelai, serta sebagai sarana penguat hubungan sosial antar dua keluarga besar. Namun demikian, dalam perkembangan masyarakat saat ini, tradisi obon-obon mengalami pergeseran fungsi, dari yang sebelumnya dipahami sebagai kewajiban adat yang bersifat sakral menjadi ornamen adat yang lebih simbolik dan fleksibel. Penurunan praktik tradisi obon-obon dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor ekonomi, perubahan pola pikir masyarakat, pengaruh modernisasi, serta minimnya generasi penerus yang memiliki keterampilan dalam pembuatan obon-obon. Kesimpulannya, meskipun tradisi membuka obon-obon semakin jarang dilaksanakan, nilai-nilai simbolis yang terkandung di dalamnya masih dipahami dan dihargai oleh masyarakat, sehingga tradisi ini tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Subulussalam.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 82201 - Jurusan Antropologi
Depositing User: SAMSINAR BR. TUMANGGER
Date Deposited: 06 Apr 2026 08:35
Last Modified: 06 Apr 2026 08:35
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19132

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by