Putri, Chalilah Titania (2026) GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN PASCA OPERASI KANKER PAYUDARA DI RSUD CUT MEUTIA ACEH UTARATAHUN 2024. S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
Chalilah Titania Putri220610053- cover.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
Chalilah Titania Putri220610053-abstrak.pdf Download (413kB) |
|
|
Text
Chalilah Titania Putri220610053- bab 1.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
Chalilah Titania Putri220610053- dapus.pdf Download (354kB) |
|
|
Text
Chalilah Titania Putri220610053.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada perempuan, dan pembedahan merupakan salah satu tatalaksana utama yang dapat menimbulkan nyeri pasca operasi. Penatalaksanaan nyeri pasca operasi umumnya dilakukan melalui pemberian obat analgesik sesuai praktik klinis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat analgesik pada pasien pasca operasi kanker payudara di RSUD Cut Meutia Aceh Utara tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh pasien kanker payudara pasca operasi yang mendapatkan terapi analgesik di RSUD Cut Meutia Aceh Utara pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2024 dengan teknik total sampling sebanyak 30 pasien. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analgesik yang paling banyak digunakan adalah ketorolac sebagai terapi tunggal (90%), sedangkan terapi kombinasi hanya ditemukan pada sebagian kecil pasien berupa kombinasi parasetamol dan asam mefenamat (3,3%). Dosis analgesik yang paling sering digunakan adalah 30 mg (90%) dengan rute pemberian intravena (96,7%). Frekuensi pemberian analgesik terbanyak adalah setiap 8 jam (83,3%) dengan lama pemberian paling banyak selama 3 hari (60%). Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia lansia awal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan analgesik pada pasien pasca operasi kanker payudara di RSUD Cut Meutia Aceh Utara didominasi oleh ketorolac dengan dosis standar, rute intravena, serta frekuensi pemberian setiap 8 jam dan lama pemberian selama beberapa hari. Temuan ini mencerminkan pola praktik penggunaan analgesik di rumah sakit dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai ukuran efektivitas analgesik karena derajat nyeri tidak dievaluasi dalam penelitian ini. Kata kunci: kanker payudara, nyeri pasca operasi, analgesik, ketorolac ii ABSTRACT Breast cancer is one of the most common cancers in women, and surgery is a primary treatment modality that may result in postoperative pain. Postoperative pain management is generally performed through the administration of analgesic drugs according to clinical practice. This study aimed to describe the pattern of analgesic drug use in postoperative breast cancer patients at RSUD Cut Meutia Aceh Utara in 2024. This was a retrospective descriptive study with a quantitative approach. The sample consisted of all postoperative breast cancer patients who received analgesic therapy at RSUD Cut Meutia Aceh Utara from January 1 to December 31, 2024 using a total sampling technique, comprising 30 patients. Data were obtained from medical records and analyzed using univariate analysis. The results showed that the most commonly used analgesic was ketorolac as monotherapy (90%), while combination therapy was only found in a small number of patients in the form of paracetamol and mefenamic acid combination (3.3%). The most frequently used dose was 30 mg (90%) with intravenous administration (96.7%). The most common frequency of administration was every 8 hours (83.3%) with the most frequent duration of use being 3 days (60%). Most patients were in the early elderly age group. In conclusion, analgesic use in postoperative breast cancer patients at RSUD Cut Meutia Aceh Utara was dominated by ketorolac with a standard dose, intravenous route, administration every 8 hours, and duration of several days. These findings reflect the local pattern of analgesic use and cannot be interpreted as a measure of analgesic effectiveness because pain severity was not evaluated in this study. Keywords: breast cancer, postoperative pain, analgesics, ketorolac
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > 11201 - Program Studi Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | tania ctp chalilah |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 06:22 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 06:22 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18928 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




