WINEKHER, DHEA PUSPARINA (2026) GAMBARAN KARAKTERISTIK RINOSINUSITIS KRONIK PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA ACEH UTARA. S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
cover.pdf Download (34kB) |
|
|
Text
abstrac.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
DHEA PUSPARINA WINEKHER 220610035 (1).pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Rinosinusitis kronik (RSK) pada anak adalah proses inflamasi kronik pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung lebih dari 12 minggu. Penyakit ini kerap disertai berbagai komorbid yang dapat memengaruhi proses terjadinya penyakit, derajat keparahan gejala, serta respons terhadap terapi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik RSK beserta komorbid pada populasi anak menjadi penting dalam menunjang penatalaksanaan klinis yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik RSK pada anak di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara periode 2023–2024. Desain yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Subjek penelitian merupakan pasien rawat inap dengan diagnosis RSK selama 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2024, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 73 pasien. Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 10–18 tahun (87,7%) dan didominasi oleh anak perempuan (63,0%). Keluhan yang paling sering dilaporkan adalah hidung tersumbat (94,5%), disertai sekret nasal (52,1%), nyeri wajah (52,1%), serta gangguan penciuman (41,1%). Mayoritas pasien, yaitu 50 anak (68,5%), memiliki komorbid, sedangkan 23 anak (31,5%) tidak memiliki komorbid, dengan selisih proporsi 37% lebih tinggi pada kelompok dengan komorbid. Komorbid yang paling sering ditemukan meliputi hipertrofi konka (47,1%), rinitis alergi (9,4%), asma (5,9%), polip nasal (2,4%), ISPA (2,4%), dan hipertrofi tonsil (1,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa RSK pada anak sering berkaitan dengan komorbid, sehingga komorbiditas perlu dipertimbangkan sebagai bagian penting dalam evaluasi dan tata laksana klinis. Dengan demikian, pengenalan dan penanganan komorbid secara tepat menjadi komponen penting dalam upaya pengendalian penyakit, guna mendukung keberhasilan terapi serta mengurangi risiko kekambuhan pasien anak. Kata Kunci: Rinosinusitis Kronik, Komorbid, Anak
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RF Otorhinolaryngology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > 11201 - Program Studi Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Dhea Pusparina Winekher |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 04:08 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 04:08 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18781 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




