Divajar, Muhammad Shella Fizzi (2026) PENGARUH PEMBERIAN ASPIRIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL DUODENUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
1. COVER SKRIPSI.pdf Download (412kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK SKRIPSI.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
3. BAB 1 SKRIPSI.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
4. DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
5. SKRIPSI FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Aspirin (Acetylsalicylic acid) adalah golongan obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) yang berkerja dengan cara menghambat kedua isoform enzim siklooksigenase yaitu COX-1 dan COX-2. Aspirin secara umum digunakan oleh masyarakat untuk meredekan nyeri akut. Selain sebagai obat antiinflamasi, aspirin juga berfungsi sebagai agen antitrombotik yang digunakan dalam Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan mekanisme menghambat produksi thromboxane (TX) A2. Sehingga penggunaannya sebagai antiplatelet cukup tinggi di Indonesia. Duodenum merupakan bagian proximal usus halus yang memiliki risiko tinggi terdampak oleh efek samping aspirin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aspirin terhadap gambaran histopatologi sel duodenum tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Metode penelitian yang digunakan adalah True Eksperimental laboratorium dengan desain Post-Test Only Control Group. Tikus Wistar yang digunakan berjumlah 30 ekor yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok N tanpa perlakuan, kelompok P1 dan P2 yang diinduksi aspirin dengan dosis (7,2 mg/kgBB) dan (9 mg/kgBB) selama 21 hari. Penilaian histopatologi sel duodenum dinilai menggunakan skor degenerasi INHAND. Kemudian data dilakukan analisis dengan uji Kruskal−Wallis menunjukkan adanya pengaruh pemberian aspirin terhadap gambaran mikroskopik pada kelompok perlakuan (p = 0,018). Hasil ini dianalisis lebih lanjut menggunakan uji Mann−Whitney sebagai uji post hoc menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok N dengan kelompok P1 dan P2 (p < 0,05), namun tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok P1 dengan kelompok P2 (p > 0,05). Maka dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian aspirin terhadap gambaran histopatologi sel duodenum tikus putih jantan galur wistar, terutama pada dosis (9 mg/kgbb) per hari. Kata kunci : Aspirin; Sel duodenum; Histopatologi; Tikus Wistar
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > 11201 - Program Studi Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | M Shella Fizzi Divajar |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 04:51 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 04:51 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18447 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




