Kurniawan, Aldo Afrido (2026) ANALISA KOORDINASI RECLOSER PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY OPTIMIZATION. S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
cover.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
abstrak.pdf Download (283kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (257kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
Aldo Afrido Kurniawan 210150049.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Gangguan pada sistem distribusi tenaga listrik dapat menyebabkan pemadaman luas dan kerugian ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi proteksi yang tepat antara perangkat proteksi seperti Over Current Relay (OCR) dan Recloser agar gangguan dapat diisolasi secara cepat, selektif, dan tidak memengaruhi area yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan koordinasi recloser pada sistem distribusi 20 kV dengan metode Ant Colony Optimization (ACO) guna meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem. Objek penelitian adalah tiga penyulang di Gardu Induk Lhokseumawe, yaitu Cunda, Lancang Garam, dan Hagu. Analisa dilakukan melalui perhitungan impedansi ekuivalen sistem berdasarkan data trafo, NGR, dan karakteristik penghantar pada masing-masing penyulang. Arus gangguan tiga fasa dihitung secara manual dengan hasil sebesar 2.499,35 A (Cunda), 2.297,04 A (Lancang Garam), dan 1.737,25 A (Hagu). Pengaturan awal Time Multiplier Setting (TMS) dilakukan secara konvensional, kemudian dioptimalkan menggunakan algoritma ACO yang diprogram dalam MATLAB. Hasil optimasi tersebut disimulasikan dan divalidasi menggunakan perangkat lunak ETAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma ACO mampu menentukan nilai TMS optimal dalam rentang 0,05 hingga 0,21, dengan waktu kerja proteksi yang lebih cepat dan selektif dibandingkan metode manual. Sebagai contoh, pada penyulang Cunda, waktu operasi hasil ACO adalah 0,5379 detik untuk outgoing dan 0,702 detik incoming, lebih baik dibandingkan metode manual sebesar 0,183 detik dan 0,244 detik. Simulasi ETAP menunjukkan koordinasi proteksi yang baik tanpa tumpang tindih kurva karakteristik serta Coordination Time Interval (CTI) tetap terjaga di atas ambang batas minimum 0,2 detik. Dengan demikian, penerapan ACO terbukti efektif dalam meningkatkan performa koordinasi proteksi recloser dan OCR, serta berkontribusi terhadap peningkatan keandalan dan efisiensi sistem distribusi listrik 20 kV.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > 20201 - Jurusan Teknik Elektro |
| Depositing User: | Aldo Afrido Kurniawan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 08:01 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 08:01 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18287 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




