Saputri, Winda (2025) IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA AL-IKHLAS KABUPATEN BIREUEN. S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
cover.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
abstrak.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
WINDA SAPUTRI.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) serta mengidentifikasi penghambat pelaksanaannya bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Ikhlas Kabupaten Bireuen. Salah satu kendala utama dalam pelaksanaan PIP di SLB Al-Ikhlas adalah keterlambatan pembaruan data Dapodik yang menyebabkan sebagian siswa kehilangan kesempatan untuk memperoleh bantuan secara tepat waktu. Selain itu, mekanisme penyaluran dana secara bergilir juga menimbulkan keterlambatan bagi siswa yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Penelitian ini menggunakan teori implementasi Edward III dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SLB AlIkhlas Kabupaten Bireuen diukur melalui tiga aspek. Pertama, komunikasi belum efektif karena minimnya komunikasi formal dan lemahnya koordinasi antar lembaga, sehingga alur informasi perlu diperbaiki agar program tepat sasaran. Kedua, sumber daya belum optimal; keterbatasan perangkat komputer dan jaringan internet memaksa operator menggunakan peralatan pribadi dalam pengajuan bantuan. Ketiga, disposisi menunjukkan komitmen dan kepedulian dari dinas, sekolah, dan orang tua, meskipun pengawasan masih bergantung pada inisiatif individu dan potensi penyalahgunaan dana tetap ada. Penghambat implementasi PIP di SLB Al-Ikhlas Kabupaten Bireuen mencakup komunikasi yang terbatas karena sosialisasi daring, minimnya sarana prasarana yang menghambat administrasi, serta kebijakan terpusat dengan kuota terbatas dan sinkronisasi data yang belum optimal, sehingga banyak siswa layak belum terakomodir sebagai penerima bantuan Untuk memaksimalkan implementasi PIP, diperlukan perbaikan sistem komunikasi birokrasi, forum koordinasi rutin, penyederhanaan jalur administrasi, serta penyediaan sarana prasarana pendukung di sekolah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | Winda Sapu Winda Winda Saputri |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 07:58 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 07:58 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




