Lestari, Tri (2026) ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE SWAT PADA OPERATOR PENJAHIT TAS (STUDI KASUS: UMKM PUTROENA SOUVENIR ACEH). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER.pdf

Download (101kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (128kB)
[img] Text
BAB I SKRIPSI.pdf

Download (200kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI.pdf

Download (136kB)
[img] Text
SKRIPSI_TRI LESTARI_210130041.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

UMKM Putroena Souvenir Aceh merupakan usaha di bidang pembuatan tas bordir khas Aceh yang berdiri sejak tahun 2004 dan berlokasi di Aceh Utara. Produk- produknya dibuat secara manual oleh tenaga kerja lokal, mengutamakan kualitas dan motif tradisional. Target produksi harian sebesar 50 tas dengan delapan karyawan, namun saat ini hanya mampu menghasilkan sekitar 30 tas per hari. Seorang operator membutuhkan rata-rata 154 menit untuk menyelesaikan satu tas, sehingga dalam satu hari kerja hanya mampu menyelesaikan 3–4 tas. Hal ini menunjukkan adanya tekanan beban mental berupa keterbatasan waktu, tuntutan kognitif karena kompleksitas desain, serta tekanan psikologis akibat target yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur beban mental yang dialami oleh operator menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT). Hasil SWAT menunjukan bahwa faktor time load (T) merupakan faktor yang dominan mempengaruhi beban kerja seluruh operator dimana nilai beban mental pada operator penjahit tas I yaitu sebesar 70,43 dengan kategori tinggi, operator penjahit tas II yaitu sebesar 70,54 dengan kategori tinggi, operator penjahit tas III yaitu sebesar 78,87 dengan kategori tinggi, operator penjahit tas IV yaitu sebesar 78,71 dengan kategori tinggi, operator penjahit tas V yaitu sebesar 74,07 dengan kategori tinggi, operator penjahit tas VI yaitu sebesar 85,96 dengan kategori tinggi, operator penjahit tas VII yaitu sebesar 81,87 dengan kategori tinggi dan operator penjahit tas VIII yaitu sebesar 81,34 dengan kategori tinggi. 2.Berdasarkan pengukuran beban kerja mental menggunakan metode SWAT, diperoleh rata-rata beban mental operator sebesar 77,72% dengan waktu kerja aktual 8 jam, yang melebihi batas beban mental optimal sebesar 60%. Kondisi ini menunjukkan bahwa waktu kerja intensif yang optimal hanya sekitar 6,17 jam per hari, sehingga diperlukan penyesuaian waktu kerja berupa penambahan waktu istirahat atau pengurangan beban tugas. Selain itu, untuk mencapai tingkat beban kerja mental yang optimal, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sekitar 10–11 orang, sehingga diperlukan penambahan tenaga kerja dibandingkan kondisi aktual sebanyak 8 orang.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
T Technology > T Technology (General)
T Technology > T Technology (General) > T201 Patents. Trademarks
T Technology > TS Manufactures
Divisions: Fakultas Teknik > 26201 - Jurusan Teknik Industri
Depositing User: Tri Lestari
Date Deposited: 05 Feb 2026 07:52
Last Modified: 05 Feb 2026 07:52
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/18106

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by