URRAHMAH, SYIFA (2025) PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM AKAD MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH (Studi Penelitian Di Bank Syariah Kantor Cabang Priority Lhokseumawe). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER SYIFA.pdf

Download (112kB)
[img] Text
ABSTRAK SYIFA.pdf

Download (205kB)
[img] Text
BAB 1 SYIFA.pdf

Download (277kB)
[img] Text
DAPUS SYIFA.pdf

Download (174kB)
[img] Text
skripsi full syifa urrahmah.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penyelesaian wanprestasi dalam akad murabahah pada (BSI) Kantor Cabang Priority Lhokseumawe. Permasalahan muncul karena nasabah tidak memenuhi kewajiban sesuai akad, baik berupa keterlambatan pembayaran, ketidakmampuan melunasi kewajiban, maupun penyalahgunaan dana pembiayaan. Kondisi ini menimbulkan risiko kerugian bagi bank, sehingga penelitian difokuskan pada dua hal, yaitu bentuk wanprestasi yang terjadi dan langkah penyelesaian yang ditempuh pihak bank. Penyelesaian dilakukan berdasarkan ketentuan hukum positif, yaitu Pasal 1243 Kitab UndangUndang Hukum Perdata tentang wanprestasi dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, serta sesuai prinsip syariah sebagaimana diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, yaitu pendekatan yang tidak hanya menelaah hukum dari aspek normatif melalui peraturan perundangundangan dan fatwa DSN-MUI, tetapi juga melihat penerapannya dalam praktik perbankan syariah. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif, dengan mengandalkan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak manajer bank, serta nasabah yang mengalami wanprestasi. Data juga diperkuat dengan dokumentasi terkait prosedur penyelesaian pembiayaan bermasalah di BSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanprestasi dalam akad murabahah di BSI KCP Lhokseumawe umumnya berupa keterlambatan pembayaran angsuran dan ketidakmampuan sementara nasabah melunasi kewajiban akibat penurunan pendapatan usaha. Penyelesaian dilakukan melalui pendekatan non-litigasi dengan mengutamakan restrukturisasi pembiayaan, terutama dalam bentuk rescheduling berupa penjadwalan ulang pembayaran tanpa mengubah pokok dan margin akad, sedangkan reconditioning dan restructuring hanya diterapkan dalam kondisi tertentu. Seluruh upaya penyelesaian tersebut dilaksanakan berdasarkan Pasal 36 dan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, serta POJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Restrukturisasi Pembiayaan sebagai regulasi teknis pelaksanaannya. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar BSI KCP Lhokseumawe meningkatkan kualitas analisis kelayakan dan pemantauan pembiayaan agar potensi wanprestasi dapat terdeteksi lebih awal. Bank juga perlu memperkuat edukasi kepada nasabah mengenai kewajiban akad murabahah, prinsip amanah, serta konsekuensi hukum apabila terjadi pelanggaran akad. Selain itu, proses penyelesaian seperti pemberian peringatan dan restrukturisasi pembiayaan sesuai Pasal 36 dan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 serta POJK No. 12/POJK.03/202

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: SYIFA URRAHMAH
Date Deposited: 02 Feb 2026 04:31
Last Modified: 02 Feb 2026 04:31
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/17971

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by