Huzaifah, Huzaifah (2025) PENGUNGKAPAN DIRI MAHASISWA UNIMAL BERCADAR DI INSTAGRAM (ANALISIS ANTROPOLOGI VIRTUAL). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
Huzaifah_210230004_Cover.pdf Download (26kB) |
|
|
Text
Huzaifah_210230004_Abstrak.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
Huzaifah_210230004_Bab 1.pdf Download (596kB) |
|
|
Text
Huzaifah_210230004_Daftar Pustaka.pdf Download (569kB) |
|
|
Text
Huzaifah_210230004_Pengungkapan Diri Mahasiswa Unimal Bercadar Di Instagram (Analisis Antropologi Virtual).pdf Restricted to Registered users only Download (25MB) |
Abstract
ABSTRACT Self-Disclosure of Veiled Female Students at Unimal on Instagram (Virtual Anthropological Analysis). This study stems from the phenomenon of the increasing presence of veiled women in the digital space, particularly on Instagram. The veil, which has long been interpreted as a symbol of religion and piety, has now taken on a broader meaning in line with developments in technology and social media. The purpose of this study is to understand how veiled students at Malikussaleh University express themselves, build their image, and construct their identity in cyberspace. A qualitative approach was used with virtual anthropology and netnography methods, as it is directly related to virtual social media that combines archives and online communication. Data collection techniques were carried out through online observation, in- depth interviews, and documentation of posts on informants' Instagram accounts. Data analysis was conducted through reduction, categorization, and interpretation of the symbolic meanings that emerged in their digital activities. The results of the study show that veiled students at Malikussaleh University engage in selective self-disclosure, taking into account Islamic values and social norms. Self-disclosure activities are manifested in the form of photo uploads, reels, reflective captions, da'wah videos, and even business content such as product promotions and endorsements. This self-disclosure is not solely aimed at seeking social validation, but rather a means of cultural da'wah and a space for self-actualization that remains based on Islamic values. Anthropologically, this phenomenon shows a shift in the meaning of the veil from a symbol of piety to a symbol of empowerment, creativity, and adaptation to digital modernity. Cyberspace has become an important arena for veiled women to negotiate their religious identity while remaining modern and professional. Keywords: Veil, Self-disclosure, Unimal Students, Instagram, Virtual Anthropology, Nentography. Abstrak Pengungkapan Diri Mahasiswa Unimal Bercadar di Instagram (Analisis Antropologi Virtual). Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya kehadiran perempuan bercadar di ruang digital, khususnya di media sosial Instagram. Cadar yang selama ini dimaknai sebagai simbol keagamaan dan kesalehan kini mengalami perluasan makna seiring dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Sebagaimana tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana mahasiswa bercadar Universitas Malikussaleh mengungkapkan diri, membangun citra, dan mengonstruksi identitasnya di ruang maya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode antropologi virtual dan netnography, karena berhubungan langsung dengan media sosial dunia maya/virtual yang menggabungkan arsip dan komunikasi online. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi daring, wawancara mendalam, dan dokumentasi unggahan pada akun Instagram informan. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, kategorisasi, serta interpretasi terhadap makna simbolik yang muncul dalam aktivitas digital mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa bercadar di Universitas Malikussaleh melakukan pengungkapan diri secara selektif, dengan mempertimbangkan nilai-nilai keislaman dan norma sosial. Aktivitas pengungkapan diri diwujudkan dalam bentuk unggahan foto, reels, caption reflektif, video dakwah, hingga konten bisnis seperti promosi produk dan endorsement. Pengungkapan diri tersebut tidak semata-mata bertujuan untuk mencari validasi sosial, melainkan menjadi sarana dakwah kultural dan ruang aktualisasi diri yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Secara antropologis, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran makna cadar dari simbol kesalehan menjadi simbol pemberdayaan, kreativitas, dan adaptasi terhadap modernitas digital. Ruang maya menjadi arena penting bagi perempuan bercadar untuk menegosiasikan identitas diri yang religius namun tetap modern dan profesional. Kata Kunci: Cadar, Pengungkapan Diri, Mahasiswa Unimal, Instagram, Antropologi Virtual, Nentography
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 82201 - Jurusan Antropologi |
| Depositing User: | Miss Huzaifah Huzaifah |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 01:44 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 01:44 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/17797 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




