SARI, DEA AMANDA (2025) ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA EKSPLOITASI ANAK (Studi Putusan No. 87/ Pid.B/2012/PN.Jpr). S1 thesis, universitas malikussaleh.

[img] Text
cover.pdf

Download (36kB)
[img] Text
ringkasan.pdf

Download (14kB)
[img] Text
bab 1.pdf

Download (155kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (144kB)
[img] Text
DEA AMANDA SARI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Anak adalah bagian dari HAM yang wajib dilindungi, sehingga negara, pemerintah, dan keluarga bertanggung jawab memberikan perlindungan, termasuk terhadap eksploitasi, perdagangan, kekerasan, dan penelantaran sesuai UU Perlindungan Anak. Indonesia juga berkomitmen internasional melalui Protokol Opsional Konvensi Hak Anak untuk mencegah dan menindak penjualan, prostitusi, serta pornografi anak. Eksploitasi anak merupakan pemanfaatan anak secara tidak wajar demi keuntungan pihak lain. Contoh kasus terjadi di Jayapura dalam putusan No. 87/ Pid.B/2012/PN.Jpr, di mana anak di bawah umur dieksploitasi di café dan pelaku dijatuhi hukuman 10 bulan penjara. Penelitian ini bertujuan untuk pertanggungjawaban dan pertimbangan hukum hakim bagi pelaku terhadap tindak pidana eksploitasi seksual anak dalam putusan No. 87/ Pid.B/2012/PN.Jpr. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan sekunder melalui sumber data utama berupa putusan No. 87/ Pid.B/2012/PN.Jpr, Analisis data dilakukan secara deskriptif (descriptive analysisis). Hasil penelitian menunjukkan pertanggungjawaban pidana pelaku eksploitasi anak dalam perkara ini sebenarnya telah memenuhi unsur kesalahan dan perbuatan melawan hukum sesuai UU Perlindungan Anak, namun hukuman yang dijatuhkan masih tergolong ringan jika dibandingkan dengan dampak serius yang dialami korban. Seharusnya sanksi lebih tegas diterapkan sesuai prinsip the best interest of the child. Sementara itu, pertimbangan hakim lebih berfokus pada unsur formil tanpa menggali aspek materiil seperti kerentanan dan dampak psikologis korban, sehingga putusan 10 bulan penjara belum mencerminkan keadilan substantif maupun tujuan pemidanaan yang melindungi anak dan memberikan efek jera bagi pelaku. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku eksploitasi anak dalam putusan No. 87/ Pid.B/2012/PN.Jpr. hukuman yang dijatuhkan masih tergolong ringan jika dibandingkan dengan dampak serius yang dialami korban. Penegakan hukum belum sepenuhnya mencerminkan prinsip the best interest of the child, terutama karena pertimbangan hakim masih berfokus pada aspek formil tanpa menggali lebih dalam aspek materiil seperti kerentanan, bahaya, dan dampak psikologis yang dialami anak. Disarankan aparat penegak hukum dan hakim menerapkan sanksi yang lebih tegas dan proporsional terhadap pelaku eksploitasi anak dengan mempertimbangkan secara komprehensif aspek viktimologi dan dampak jangka panjang bagi korban.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Dea Amanda Sari
Date Deposited: 02 Jan 2026 08:52
Last Modified: 02 Jan 2026 08:52
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/17494

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by