JANNAH, ROJATUL (2026) INTERAKSI AKTOR DALAM PENANGANAN BEGAL DI KOTA LHOKSEUMAWE. S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
cover.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
dapus.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
ROJATUL JANNAH.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Kejahatan begal masih menjadi masalah keamanan di Kota Lhokseumawe. Penanganannya belum optimal karena koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antarpihak yang terlibat masih lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi antaraktor dalam penanganan begal di Kota Lhokseumawe, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian ini menggunakan teori pola interaksi aktor dari R.A.W. Rhodes dan teori proses interaksi aktor dari Rosemary O’Leary. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling, yaitu Kasatpol PP/WH, Kapolsek Banda Sakti, Polres Lhokseumawe, dan Geuchik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antaraktor sudah berjalan melalui komunikasi, koordinasi, kolaborasi, pertukaran informasi, dan mekanisme pengambilan keputusan. Aktor yang terlibat adalah Polres Lhokseumawe, Polsek Banda Sakti, Satpol PP/WH, pemerintah gampong, dan masyarakat. Komunikasi dilakukan melalui rapat koordinasi, patroli bersama, komunikasi langsung, telepon, dan grup WhatsApp. Alur koordinasi dimulai dari laporan masyarakat kepada Geuchik, lalu diteruskan ke Polsek Banda Sakti, dan dilimpahkan ke Polres Lhokseumawe bila perlu penanganan lebih lanjut. Faktor pendukungnya adalah komunikasi antarinstansi yang cukup baik, koordinasi yang berkelanjutan, kerja sama melalui patroli dan pembinaan masyarakat, serta partisipasi masyarakat dalam memberi informasi. Faktor penghambatnya adalah informasi yang terlambat disampaikan, masyarakat yang takut atau ragu melapor, dan pertukaran informasi antaraktor yang belum cukup cepat. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan komitmen bersama perlu diperkuat, dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan agar penanganan begal lebih efektif. Kata Kunci: Interaksi Aktor, Penanganan Begal, Koordinasi, Kolaborasi, Kota Lhokseumawe
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | ROJATUL JANNAH |
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 03:06 |
| Last Modified: | 03 Nov 2026 03:06 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23866 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




