Chairullah, Muhammad (2026) EFEKTIVITAS MEDIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERCERAIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH LHOKSEUMAWE. S2 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
Cover.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
Tesis Muhammad Chairullah.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Dalam dua tahun terakhir (2024-2025), meningkatnya perkara perceraian di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe menunjukkan adanya dinamika sosial dan hukum yang signifikan. Mediasi sebagai instrumen penyelesaian sengketa yang diwajibkan melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 diharapkan mampu menekan angka perceraian dan menciptakan penyelesaian yang lebih damai. Namun, ditemukan kesenjangan antara kondisi normatif dengan realitas empiris yang menunjukkan rendahnya tingkat keberhasilan mediasi dalam perkara perceraian. Isu hukum dalam penelitian ini meliputi tingkat efektivitas mediasi dalam mengurangi angka perceraian, faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan mediasi di Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan mediasi dalam penyelesaian sengketa perceraian di Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe Tahun 2024-2025 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan mediasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mediasi mampu berperan sebagai instrumen penyelesaian sengketa yang efektif dalam mewujudkan perdamaian dan mengurangi angka perceraian. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan yang bersifat preskriptif-analitis. Penelitian dilakukan di Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan, dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi telah berjalan sesuai ketentuan PERMA Nomor 1 Tahun 2016, namun belum efektif dalam mengurangi angka perceraian. Data tahun 2024–2025 di Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe menunjukkan tidak adanya perkara perceraian yang berhasil didamaikan secara penuh. Faktor penghambat utama meliputi kuatnya keinginan para pihak untuk bercerai, konflik yang berkepanjangan, rendahnya itikad baik, dan tingginya eskalasi konflik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas mediator, optimalisasi pelaksanaan mediasi, dan penguatan kesadaran hukum masyarakat agar mediasi dapat berfungsi lebih efektif sebagai sarana penyelesaian sengketa perceraian. Kata Kunci: Mediasi Perceraian, Efektivitas Mediasi, Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe, PERMA No. 1 Tahun 2016
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > 74101 - Magister Hukum |
| Depositing User: | M.H Muhammad Chairullah |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 06:06 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 06:06 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23703 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




