PANGESTU, MUGI (2026) KADAR LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN PESISIR TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG SERTA ANALISIS RESIKO KESEHATAN TERHADAP MANUSIA. S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
cover Mugi Pagestu_220330002.pdf Download (11kB) |
|
|
Text
absrak Mugi Pagestu_220330002.pdf Download (11kB) |
|
|
Text
bab 1 Mugi Pagestu_220330002.pdf Download (11kB) |
|
|
Text
dapus Mugi Pagestu_220330002.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
Mugi pangestu S.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Perairan pesisir Tambak Lorok, Kota Semarang, merupakan kawasan budidaya kerang hijau (Perna viridis) yang berada di sekitar aktivitas industri, pelabuhan, dan pemukiman padat penduduk, sehingga berpotensi tercemar logam berat merkuri (Hg). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar logam berat merkuri (Hg) pada kerang hijau di perairan Tambak Lorok serta menentukan tingkat risiko kesehatan masyarakat akibat konsumsi kerang hijau yang mengandung merkuri berdasarkan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di perairan pesisir Tambak Lorok, Kota Semarang. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik dengan tiga kali ulangan menggunakan metode purposive sampling. Sampel kerang hijau dan air laut dianalisis kandungan merkuri (Hg) menggunakan Mercury Analyzer di Laboratorium Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas, kecerahan, kekeruhan, dan kecepatan arus. Analisis risiko kesehatan dilakukan dengan menghitung nilai intake (Ink) dan Risk Quotient (RQ) berdasarkan Pedoman ARKL Kementerian Kesehatan RI (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar merkuri (Hg) pada kerang hijau adalah 0,006 mg/kg, yang masih berada di bawah baku mutu berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 9 Tahun 2022 yaitu 0,50 mg/kg. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar merkuri yang signifikan antar titik pengambilan sampel (p > 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan antar bulan pengambilan sampel (p < 0,05) dengan kadar terendah pada bulan Mei. Kadar merkuri pada air laut menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan nilai pada bulan April (0,002 mg/L) melebihi baku mutu PP Nomor 22 Tahun 2021 (0,001 mg/L). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) menghasilkan nilai Risk Quotient (RQ) sebesar 0,0004 (RQ < 1), yang menunjukkan bahwa konsumsi kerang hijau dari lokasi penelitian masih berada dalam batas aman dan belum berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan non-karsinogenik. Pengukuran parameter kualitas air menunjukkan bahwa suhu, pH, DO, dan kecepatan arus masih dalam kisaran baku mutu, sedangkan nilai , salinitas, kekeruhan dan kecerahan belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Kata kunci: Logam berat, Merkuri (Hg), Kerang hijau (Perna viridis), Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL), Tambak Lorok Kota Semarang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > 54243 - Jurusan Akuakultur |
| Depositing User: | Mugi pangestu Suwondo |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 03:25 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 03:25 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23650 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




