ROBIH, NAUFAL (2026) EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI ANTIBAKTERI BENIH IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) YANG TERINFEKSI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER SKRIPSI NAUFAL ROBIH .pdf Download (141kB) |
|
|
Text
ABSTRAK SKRIPSI NAUFAL ROBIH.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
BAB 1 SKRIPSI NAUFAL ROBIH.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI NAUFAL ROBIH.pdf Download (236kB) |
|
|
Text
SKRIPSI NAUFAL ROBIH Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata) terhadap kelangsungan hidup dan lama waktu penyembuhan benih ikan nila salin (Oreochromis niloticus) yang diinfeksikan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 di Laboratorium CP Prima Kabupaten Bireuen dan Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya, Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (kontrol tanpa pemberian ekstrak), B (80 ppm), C (100 ppm), dan D (120 ppm). Parameter yang diamati meliputi gejala klinis, kelangsungan hidup (Survival Rate), lama waktu penyembuhan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirsak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan lama waktu penyembuhan benih ikan nila salin yang terinfeksi Pseudomonas aeruginosa. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan D (120 ppm) sebesar 96,7%, diikuti perlakuan C (100 ppm) sebesar 80%, B (80 ppm) sebesar 63,3%, dan A (kontrol) sebesar 20%. Lama waktu penyembuhan tercepat juga diperoleh pada perlakuan D (120 ppm), yaitu 80 jam, sedangkan perlakuan C dan B masing-masing membutuhkan waktu 127 jam dan 152 jam. Gejala klinis setelah infeksi ditandai dengan sisik terkelupas, luka pada tubuh, warna tubuh menghitam, penurunan respons terhadap pakan, dan pergerakan abnormal. Setelah pemberian ekstrak daun sirsak, kondisi ikan pada perlakuan B, C, dan D berangsur membaik, sedangkan perlakuan A tidak menunjukkan perbaikan. Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang sesuai untuk pemeliharaan ikan nila salin, dengan pH 7,6–8,3, oksigen terlarut 6,1–7,5 ppm, suhu 26,1–28,2°C, dan salinitas 10 ppt. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun sirsak pada dosis 120 ppm merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan mempercepat proses penyembuhan benih ikan nila salin yang terinfeksi Pseudomonas aeruginosa.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > 54243 - Jurusan Akuakultur |
| Depositing User: | Naufal Robih |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 04:09 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 04:09 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23589 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




