ANASTASYA, AQILLAH (2026) GAMBARAN RISK TAKING BEHAVIOR PADA REMAJA AKHIR YANG FATHERLESS. S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
cover.pdf Download (47kB) |
|
|
Text
abstrak.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
full text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Risk taking behavior merupakan perilaku pengambilan risiko yang dilakukan mahasiswa ketika memilih atau melakukan tindakan dalam situasi yang mengandung ketidakpastian, dengan kemungkinan memperoleh manfaat maupun menghadapi risiko dan konsekuensi negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran risk-taking behavior pada remaja akhir yang mengalami fatherless. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah lima mahasiswa aktif Universitas Malikussaleh berusia 18–22 tahun yang mengalami fatherless dan memiliki kecenderungan risktaking behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risk-taking behavior pada kelima subjek dapat dilihat melalui tiga aspek, yaitu Risk Perception, Perceived Benefits, dan Consequences. Pada aspek Risk Perception, kelima subjek mampu mengenali dan memahami risiko dari tindakan yang dilakukan, seperti risiko kesehatan akibat merokok dan mengonsumsi alkohol, risiko sosial dan akademik, serta risiko hukum karena mengambil uang tanpa izin. Namun, kesadaran tersebut tidak selalu membuat subjek menghindari tindakan berisiko karena adanya manfaat serta keinginan memperoleh penerimaan atau kepuasan. Pada aspek Perceived Benefits, kelima subjek mendapatkan berbagai manfaat yang diharapkan, seperti ketenangan, kepuasan, perhatian, kasih sayang, penerimaan, kesenangan, dan pencapaian tujuan. Manfaat yang dirasakan secara langsung terkadang lebih diprioritaskan daripada risiko yang mungkin muncul. Pada aspek Consequences, kelima subjek mengalami konsekuensi berupa masalah baru, kegagalan, dampak fisik maupun psikologis, dan penyesalan. Dengan demikian, risk-taking behavior ditandai pemahaman risiko yang tidak selalu menjadi pertimbangan utama, pertimbangan manfaat yang diharapkan, serta introspeksi terhadap konsekuensi. Dalam konteks fatherless, keterbatasan keterlibatan, komunikasi, bimbingan, dan dukungan emosional ayah berkaitan dengan pengambilan keputusan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Kata kunci: Fatherless, Risk Taking Behavior, Remaja Akhir Universitas Malikussaleh
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > 73201 - Program Studi Psikologi |
| Depositing User: | AQILLAH ANASTASYA |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 09:26 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 09:26 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23389 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




