SIHOTANG, ZAHRAINI FADHILAH (2026) PERAN TOKOH ADAT DALAM MENJAGA STABILITAS POLITIK DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA PADA PILKADA TAHUN 2024. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER ZAHRAINI.pdf Download (141kB) |
|
|
Text
ABSTRAK ZAHRAINI.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
BAB 1 ZAHRAINI.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
DAPUS ZAHRAINI.pdf Download (223kB) |
|
|
Text
SKRIPSI ZAHRAINI FADHILAH SIHOTANG.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih pentingnya keberadaan tokoh adat dalam kehidupan masyarakat di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tokoh adat tidak hanya berperan dalam menjaga dan mempertahankan nilainilai budaya, tetapi juga menjadi pengayom dan penengah ketika terjadi perbedaan di tengah masyarakat. Peran tersebut menjadi semakin penting pada saat pelaksanaan Pilkada karena adanya perbedaan pilihan politik yang dapat menimbulkan perselisihan di antara masyarakat. Melalui lembaga adat Partuha Maujana Simalungun dan nilai Habonaron do Bona, tokoh adat berupaya menjaga hubungan kekeluargaan, persatuan, dan keharmonisan masyarakat meskipun terdapat perbedaan pilihan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran tokoh adat dalam menjaga stabilitas politik di Kecamatan Bandar pada Pilkada tahun 2024 serta mengetahui upaya yang dilakukan tokoh adat dalam mencegah dan menyelesaikan konflik politik yang terjadi selama proses Pilkada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan Teori Peran (Role Theory) dari Soerjono Soekanto untuk melihat bagaimana tokoh adat menjalankan perannya di tengah masyarakat. Selain itu, Teori Stabilitas Politik dari Samuel P. Huntington dan Arbi Sanit digunakan untuk melihat kontribusi tokoh adat dalam menciptakan kondisi politik yang aman dan kondusif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tokoh adat di Kecamatan Bandar masih mempunyai legitimasi dan kepercayaan yang cukup kuat di tengah masyarakat. Keberadaan tokoh adat memberikan kontribusi dalam menjaga stabilitas politik melalui pemberian arahan, pencegahan konflik, mediasi terhadap perselisihan, menjaga netralitas, serta menerapkan nilai-nilai Habonaron do Bona dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang lebih baik antara tokoh adat, pemerintah desa, penyelenggara pemilu, dan masyarakat agar peran tokoh adat dalam menjaga stabilitas politik dapat berjalan secara lebih optimal dan terus dipertahankan pada pelaksanaan Pilkada berikutnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 67201 - Jurusan Ilmu Politik |
| Depositing User: | ZAHRAINI FADHILAH SIHOTANG |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 08:35 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 08:35 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




