SIREGAR, FARIZKY ARIFIN (2026) ASAS KEADILAN DALAM PUTUSAN HAKIM PERKARA TINDAK PIDANA ANAK KORBAN EKSPLOITASI MELALUI APLIKASI TIKTOK DI PANTI ASUHAN (Studi Putusan No. 148/Pid.Sus/2024/PN Mdn). S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
COVER.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (422kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (564kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (18MB) |
Abstract
Penggunaaan media sosial seperti Tiktok pada era digital ini tidak mudah dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Penggunaan Tiktok sendiri membawa keuntungan bagi penggunanya karena setiap individu membagikan konten di platform ini, hak cipta konten tersebut secara otomatis menjadi milik individu yang mengunggahnya. Hal ini pula yang menciptakan suatu bentuk pelanggaran pidana baru yaitu berkembangya konten yang mengeksploitasi anak dengan dasar atas keuntungan ekonomi. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana implementasi asas keadilan terhadap pelaku kejahatan eksploitasi anak di Panti Asuhan serta memahami dan menelaah bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada anak sebagai korban eksploitaasi di Panti Asuhan. Penelitian ini sendiri menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan melakukan pendekatan yang menekankan pada analisis masalah hukum melalui doktrin atau perspektif hukum yang telah mapan. Berdasarkan Hasil Penelitian bahwa dalam Penerapan asas keadilan terhadap pelaku kejahatan eksploitasi anak yang dilakukan di Panti Asuhan Olayama Raya didalam Putusan No.148/Pid.Sus/2024/PN.Mdn sendiri tidak dianggap tidak mencerminkan asas keadilan secara substansial, mengingat dampak psikologis dan sosial yang dialami oleh anak-anak sebagai korban oleh karena itu didalam Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak secara eksplisit melarang segala bentuk eksploitasi ekonomi atau seksual terhadap anak. Serta dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik memberikan sebuah dasar perlindungan hukum kepada anak korban kejahatan di ranah digital. Disarankan kepada aparat penegak hukum untuk meningkatkan kemampuan investigasi dan penegakan hukum terhadap kasus eksploitasi pada anak, termasuk membentuk satuan tugas terpadu perlindungan anak dan kejahatan siber. Aparat sendiri perlu dilatih penanganan ramah anak yang sensitif terhadap trauma yang dialami oleh korban dan sesuai dengan dampak psikologis korban serta untuk pemerintah agar memperkuat kebijakan pencegahan dan memberikan pendidikan publik tentang eksploitasi pada anak terutama di ranah digital.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Farizky Siregar |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 07:36 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 07:36 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/23132 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




