SYAHRI, ALVI (2026) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DIRUGIKAN ATAS PEREDARAN KOSMETIK BAHAN BERBAHAYA (Studi Penelitian di Kota Lhokseumawe). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER ALVI SYAHRI.pdf Download (20kB) |
|
|
Text
ABSTRAK ALVI SYAHRI.pdf Download (135kB) |
|
|
Text
BAB 1 ALVI SYAHRI.pdf Download (383kB) |
|
|
Text
DAPUS ALVI SYAHRI.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
ALVI SYAHRI.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Perlindungan hukum terhadap konsumen akibat maraknya peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya di Kota Lhokseumawe. Peredaran kosmetik berbahaya yang mengandung bahan kimia lain yang tidak memenuhi standar kesehatan, dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Ketidaktahuan konsumen akan efek samping yang ditimbulkan dari kosmetik yang mengandung bahan berbahaya bisa dijadikan salah satu alasan mereka menggunakan suatu produk tersebut. Pasal 4 dan 7 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diharapkan akan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pelaku usaha dan konsumen, serta diharapkan dapat menjadi payung hukum untuk meminimalisir tindakan sewenang-wenang dari para pelaku usaha untuk melindungi kepentingan sehingga nantinya dapat konsumen menjamin tercapainya suatu perlindungan hukum bagi konsumen di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen yang dirugikan dan kendala apa yang dihadapi konsumen dalam memperoleh perlindungan hukum serta upaya pengawasan terhadap peredaran kosmetik bahan berbahaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian yuridis empiris yaitu pendekatan kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan guna memperoleh data sekunder yang bersifat teoritis, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi konsumen pelaksanaannya di Lhokseumawe masih belum berjalan secara optimal, masih banyak ditemukan peredaran kosmetik bahan berbahaya di Lhokseumawe. Kendala bagi konsumen dalam memperoleh perlindungan hukum yaitu kurangnya pengetahuan konsumen terhadap perlindungan hukum terkait peraturan kosmetik berbahaya serta rendahnya kesadaran masyarakat atas produk berbahaya dikota Lhokseumawe. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan yaitu dengan membuat sosialisasi kepada masyarakat, melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha yang menjual produk berbahaya, serta penegakkan hukum. Saran kepada masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam memilih produk kosmetik, konsumen perlu meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian dalam memilih produk kosmetik dengan memeriksa izin edar, komposisi, tanggal kedaluwarsa. BPOM perlu meningkatkan pengawasan terhadap peredaran kosmetik berbahaya di Lhokseumawe terutama pada pelaku usaha.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Alvi Alvi Syahri |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 02:40 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 02:40 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22914 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




