FITRIA, NURA (2024) TECHNO-ECONOMY ASSESSMENT TERHADAP PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS BERBAHAN BAKU LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (POME) DI KECAMATAN RANTAU MENGGUNAKAN SOFTWARE HOMER. S2 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
1. COVER THESIS NURA FITRIA.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK THESIS NURA FITRIA.pdf Download (479kB) |
|
|
Text
3. BAB I THESIS NURA FITRIA.pdf Download (506kB) |
|
|
Text
4. DAFTAR PUSTAKA THESIS NURA FITRIA.pdf Download (347kB) |
|
|
Text
5. FULL TEXT THESIS NURA FITRIA.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) mengandung bahan organik tinggi yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan melalui produksi biogas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak variasi kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) terhadap jumlah POME, estimasi produksi biogas, kapasitas energi listrik yang dihasilkan, serta kelayakan ekonomi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Pendekatan kuantitatif berbasis data operasional pabrik kelapa sawit diterapkan dalam studi ini, yang disertai pemodelan dan optimasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) menggunakan perangkat lunak HOMER Pro. Analisis ini mencakup empat skenario kapasitas, yaitu 15, 30, 45 dan 60 ton TBS/jam. Dari sudut pandang teknis, analisis ini berfokus pada kalkulasi jumlah POME, produksi biogas, dan konservasi energi listrik. Sementara itu, kelayakan aspek ekonomi diukur menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pengolahan PKS tidak selalu menghasilkan peningkatan energi listrik secara linier. Kapasitas 45 ton TBS/jam menghasilkan energi listrik tertinggi sebesar 2-3 MW atau kurang lebih sekitar 26,9 juta kWh/tahun, sedangkan kapasitas 60 ton TBS/jam, hanya menghasilkan daya listrik netto sekitar 1,9-2,0 MW akibat tingginya rugi-rugi sistem serta penurunan efisiensi konservasi energi. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa kapasitas 30 ton TBS/jam menghasilkan NPV sebesar +3,33 juta USD dan IRR 15,8%, sedangkan kapasitas 45 ton TBS/jam memiliki Payback Period paling singkat, yaitu sekitar 3-4 tahun. Berdasarkan hasil techno-economic assessment, dapat disimpulkan bahwa pengoperasian PLTBg yang berbasis POME layak untuk dikembangkan, dengan rentang kapasitas optimal berada pada kisaran 30-45 ton TBS/jam. Selain itu, pemanfaatan POME sebagai sumber energi listrik juga berkontribusi positif pada lingkungan melalui reduksi emisi gas rumah kaca dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Pascasarjana > 21101 - Magister Teknik Energi Terbarukan |
| Depositing User: | Nura Nura Fitria |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 07:21 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 07:21 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22876 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




