SITEPU, KRISTIAN (2026) STUDI KOMPARATIF KINERJA LoRaWAN DAN NB-IoT UNTUK MONITORING KUALITAS AIR SUNGAI KRUENG CUNDA. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER KRISTIAN.pdf

Download (189kB)
[img] Text
ABSTRAK KRISTIAN.pdf

Download (222kB)
[img] Text
BAB I KRISTIAN.pdf

Download (286kB)
[img] Text
DAPUS KRSTIAN.pdf

Download (340kB)
[img] Text
Cetak_Skripsi_Kristiansitepu.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things memerlukan teknologi komunikasi nirkabel berdaya rendah yang mampu beroperasi mandiri dalam waktu lama, khususnya di wilayah aliran sungai dengan akses listrik terbatas. LoRaWAN dan NB-IoT merupakan dua teknologi Low Power Wide Area Network yang banyak dipertimbangkan untuk kebutuhan tersebut, namun memiliki karakteristik daya dan jangkauan berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi geografis setempat. Penelitian ini membandingkan kinerja LoRaWAN dan NB-IoT untuk mendukung sistem monitoring kualitas air di Sungai Krueng Cunda, Kota Lhokseumawe, dari aspek cakupan sinyal dan konsumsi energi. Karena infrastruktur NB-IoT komersial belum tersedia di lokasi penelitian, evaluasi dilakukan melalui simulasi Radio Mobile berbasis data terrain SRTM 30 meter dan MATLAB, pada 15 titik node di tiga zona lingkungan vegetated/rural, urbanresidential, dan coastal-dense settlement. Analisis energi dihitung dari spesifikasi datasheet modul SX1276 dan Quectel BC95-G dengan skenario transmisi periodik 15 menit. Hasil simulasi menunjukkan LoRaWAN dan NB-IoT sama-sama mencapai cakupan penuh 100% (15 dari 15 node) di seluruh zona penelitian, dengan LoRaWAN telah mencakup seluruh titik sejak konfigurasi Spreading Factor 7. Perbedaan performa antara kedua teknologi tidak lagi terletak pada persentase cakupan, melainkan pada margin sinyal, di mana NB-IoT unggul 16,87–17,06 dB dibandingkan LoRaWAN SF7 dan menyempit menjadi 3,68–4,24 dB terhadap LoRaWAN SF12. Dari sisi energi, LoRaWAN menghasilkan umur baterai 3,39– 9,18 tahun pada seluruh konfigurasi Spreading Factor, sedangkan NB-IoT hanya bertahan sekitar 48,9 hari akibat arus transmisi yang jauh lebih tinggi. Perbedaan ini menjadikan LoRaWAN pilihan lebih sesuai untuk deployment sensor berbasis baterai tanpa akses listrik permanen, sementara NB-IoT tetap relevan pada lokasi dengan sumber listrik memadai.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > 20201 - Jurusan Teknik Elektro
Depositing User: KRISTIAN SITEPU
Date Deposited: 14 Sep 2026 04:48
Last Modified: 14 Sep 2026 04:48
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22851

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by