GUSTINA, CUT YULIA (2026) ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA Ny. H DENGAN MASALAH INTOLERANSI AKTIVITAS DI RUANG PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TGK CHIK DITIRO SIGLI KABUPATEN PIDIE. D3 thesis, Universitas Malikussales.
|
Text
KTI COVER CUT YULIA.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
ABSTRAK CUT YULIA.pdf Download (260kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (438kB) |
|
|
Text
BAB 1 KTI CUT YULIA GUSTINA.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
KTI CUT YULIA GUSTINA.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar belakang Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang angka kejadiannya terus meningkat di tingkat nasional maupun daerah. Pada penderita DM tipe 2, resistensi insulin mengganggu efektivitas sel dalam menggunakan glukosa sehingga produksi energi (ATP) menurun. Akibatnya, pasien sering mengalami kelemahan fisik yang bermanifestasi sebagai masalah intoleransi aktivitas, yang dapat membatasi kemandirian pasien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Ny. H dengan diagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 fokus pada masalah keperawatan intoleransi aktivitas di Ruang Penyakit Dalam RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi selama tiga hari masa perawatan (14–16 Mei 2026). Proses keperawatan dilakukan secara terstruktur mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil Berdasarkan hasil pengkajian, ditemukan tiga diagnosis keperawatan prioritas, yaitu nyeri akut, intoleransi aktivitas, dan ketidakstabilan kadar gula darah. Intervensi utama untuk mengatasi intoleransi aktivitas berfokus pada manajemen energi, pemantauan respons fisiologis (tanda-tanda vital) sebelum dan sesudah aktivitas, serta bimbingan aktivitas fisik ringan (mobilisasi) secara bertahap. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3×24 jam, masalah intoleransi aktivitas teratasi sebagian. Evaluasi akhir menunjukkan keluhan lemas berkurang, pasien tampak lebih bertenaga, dan mampu melakukan aktivitas ringan secara mandiri tanpa disertai keluhan sesak atau pusing. Kesimpulan: Pendekatan asuhan keperawatan melalui manajemen energi dan latihan aktivitas bertahap efektif meningkatkan toleransi aktivitas pada pasien DM tipe 2. Perawat perlu mengoptimalkan edukasi mengenai keseimbangan aktivitas dan istirahat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Asuhan Keperawatan, Intoleransi Aktivitas, Manajemen Energi.
| Item Type: | Thesis (D3) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > 14401 - Program Diploma III Keperawatan |
| Depositing User: | Cut Yulia gustina |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 04:27 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 04:27 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22833 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




