Afriani, Nur Lia (2026) PROSES PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA HUMAN TRAFFICKING DENGAN MODUS FALSE JOB RECRUITMENT DAN EKSPLOITASI LOVE SCAMMING DI LUAR NEGERI (Studi Penelitian di Kepolisian Daerah Aceh). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
Cover Lia.pdf

Download (178kB)
[img] Text
Abstrak Lia.pdf

Download (279kB)
[img] Text
Bab 1 Lia.pdf

Download (310kB)
[img] Text
Daftar Pustaka Lia.pdf

Download (244kB)
[img] Text
SKRIPSI NUR LIA AFRIANI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) merupakan kejahatan yang melanggar hak asasi manusia dan terus berkembang melalui berbagai modus, seperti false job recruitment dan eksploitasi love scamming di luar negeri. Secara normatif, perlindungan hukum telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Namun, praktiknya masih terjadi akibat pemanfaatan teknologi digital, rendahnya informasi masyarakat, dan jaringan kejahatan lintas negara. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara aturan hukum dan penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pidana yang diterapkan Polda Aceh terhadap pelaku human trafficking serta efektivitas penerapan hukuman dalam mencegah tindak pidana serupa. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Penelitian dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) dengan lokasi penelitian di Kepolisian Daerah Aceh. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait serta bahan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyidikan dilakukan melalui tahapan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Proses tersebut meliputi penerimaan laporan atau informasi, pemeriksaan korban dan saksi, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan pihak yang diduga terlibat, hingga penyelesaian berkas perkara. Dalam pelaksanaannya, penyidik menghadapi kendala dalam memperoleh keterangan korban, mengidentifikasi pelaku, menelusuri bukti elektronik, serta menangani perkara yang berkaitan dengan pihak di luar negeri. Penggunaan alat bukti dalam penyidikan mengacu pada Pasal 184 KUHAP dan informasi elektronik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, untuk mendukung pengungkapan tindak pidana. Disarankan agar Polda Aceh meningkatkan koordinasi dengan lembaga terkait, memperkuat kemampuan penyidikan berbasis teknologi digital, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya perdagangan orang dengan modus pekerjaan palsu dan love scamming. Kata Kunci : Tindak Pidana, Human Trafficking, False Job Rectruitment, Love Scamming, Polda Aceh.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: nur lia afriani
Date Deposited: 10 Sep 2026 08:43
Last Modified: 10 Sep 2026 08:43
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22741

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by