Pohan, Nia Rahmadani (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DINAS PARIWISATA DALAM PENGELOLAHAN OBJEK WISATA GOA JEPANG DI KOTA LHOKSEUMAWE. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
Cover.pdf Download (17kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (9kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
Skripsi Full text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya pengelolaan objek wisata sejarah Goa Jepang di Kota Lhokseumawe oleh Dinas Pariwisata, yang ditandai dengan kondisi fisik fasilitas yang kurang terawat, keterbatasan sarana prasarana pendukung, lemahnya kegiatan promosi, serta minimnya koordinasi dan pelibatan masyarakat sekitar. Kondisi ini menyebabkan penurunan drastis pada jumlah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Fokus penelitian ini diarahkan pada implementasi kebijakan berdasarkan model teori Van Meter dan Van Horn, serta kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan Dinas Pariwisata dalam pengelolaan objek wisata Goa Jepang serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi aparat Dinas Pariwisata, Satpol PP dan WH, aparatur gampong, akademisi, LSM, pelaku UMKM, masyarakat, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan secara efektif karena masih menggunakan pendekatan top-down yang sentralistik. Kurangnya pelibatan masyarakat lokal mengakibatkan rendahnya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap situs cagar budaya tersebut. Hambatan utama meliputi kendala birokrasi akibat fragmentasi kewenangan antarinstansi, keterbatasan sumber daya anggaran untuk pemeliharaan fisik, serta hambatan sosial dan keamanan seperti maraknya vandalisme, pungutan liar, dan kerentanan pelanggaran norma. Oleh karena itu, pengelolaan objek wisata perlu dilakukan secara kolaboratif melalui pendekatan Community-Based Tourism, penyusunan nota kesepahaman wewenang pengawasan dengan pemerintah gampong, serta peningkatan fasilitas dan promosi pariwisata berbasis digital.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | Nia Nia Rahmadani |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 06:03 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 06:03 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22694 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




