Affandi, Difa (2026) ANALISIS PEMETAAN ZONA LAHAN KRITIS BERBASIS PARAMETER TUTUPAN LAHAN DAN KEMIRINGAN MEDAN DAS TAMIANG PASCA SIKLON SENYAR. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
Cover_SKRIPSI_Difa Affandi_220110262.pdf

Download (13kB)
[img] Text
Abstrak_SKRIPSI_Difa Affandi_220110262.pdf

Download (10kB)
[img] Text
BAB I_SKRIPSI_Difa Affandi_220110262.pdf

Download (145kB)
[img] Text
Daftar Pustaka_SKRIPSI_Difa Affandi_220110262.pdf

Download (251kB)
[img] Text
SKRIPSI_Difa Affandi_220110262.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12MB)

Abstract

DAS Tamiang merupakan salah satu wilayah yang memiliki fungsi penting dalam sistem hidrologi dan pengelolaan sumber daya lahan, namun kejadian banjir yang dipicu oleh Siklon Senyar tahun 2025 berpotensi memengaruhi kondisi tutupan lahan dan tingkat kekritisan lahan, sehingga diperlukan kajian spasial untuk mengidentifikasi perubahan tingkat kekritisan lahan sebelum dan sesudah kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kekritisan lahan serta perubahan luas dan persentasenya di DAS Tamiang berdasarkan parameter tutupan lahan atau tutupan tajuk dan kemiringan medan dengan mengacu pada klasifikasi BPDASHL Tahun 2013. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), memanfaatkan citra Sentinel-2 periode sebelum dan sesudah Siklon Senyar serta data Digital Elevation Model Nasional (DEM), yang diolah melalui tahapan pra pengolahan citra, klasifikasi tutupan lahan, analisis kemiringan medan, pemberian skor dan bobot, overlay menggunakan QGIS, serta change detection untuk mengidentifikasi perubahan kelas kekritisan lahan. Hasil analisis menunjukkan lima kelas kekritisan, yaitu Tidak Kritis, Potensial Kritis, Agak Kritis, Kritis, dan Sangat Kritis, dengan kecenderungan peningkatan tingkat kekritisan setelah Siklon Senyar, baik pada bagian hulu yang dianalisis sebagai kawasan hutan lindung maupun bagian hilir sebagai kawasan lindung di luar kawasan hutan. yang ditunjukkan oleh penurunan kelas Tidak Kritis dan Potensial Kritis serta peningkatan kelas Agak Kritis, Kritis, dan Sangat Kritis, di mana pada sebelum siklon senyar kelas Potensial Kritis dominan dengan luas 2.507,0 km² (81,4%) dan menurun menjadi 2.354,0 km² (76,5%) setelah Siklon Senyar, sedangkan kelas Sangat Kritis meningkat dari 4,9 km² (0,2%) menjadi 53,0 km² (1,7%). Pada bagian hilir kelas Tidak Kritis menurun dari 1.691,8 km² (95,28%) menjadi 1.392,9 km² (78,45%), sementara kelas Sangat Kritis meningkat dari 30,9 km² (1,74%) menjadi 94,0 km² (5,30%). berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasca kejadian Siklon Senyar terjadi peningkatan tingkat kekritisan lahan di DAS Tamiang yang berkaitan dengan perubahan kondisi tutupan lahan atau tutupan tajuk dan kemiringan medan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > 22201 - Jurusan Teknik Sipil
Depositing User: Difa Affandi
Date Deposited: 09 Sep 2026 04:47
Last Modified: 09 Sep 2026 04:47
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22679

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by