Nabilla, Aina Nur (2026) TINDAK PIDANA PERMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH UMUR TERHADAP ANAK (Putusan Mahkamah Syariah Meureudu No.1/Jn-Anak/2024/Ms.Mrd). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Skripsi Aina Cetak.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
RINGKASAN Tindak pidana pemerkosaan terhadap anak merupakan persoalan serius, terlebih apabila pelakunya juga masih berstatus anak. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan hukum karena perlindungan terhadap korban harus berjalan seimbang dengan perlindungan dan pembinaan terhadap pelaku anak. Dalam konteks Aceh, perkara ini berkaitan dengan penerapan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Persoalan tersebut terdapat dalam Putusan Mahkamah Syar’iyah Meureudu Nomor 1/JN-Anak/2024/MS.Mrd, sehingga penting untuk dianalisis mengenai terpenuhinya unsur jarimah pemerkosaan dan kesesuaian pertimbangan hukum hakim dalam menerapkan ketentuan terhadap anak sebagai pelaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur tindak pidana pemerkosaan dalam Putusan Mahkamah Syar’iyah Meureudu Nomor 1/JN-Anak/2024/MS.Mrd pada dasarnya telah terpenuhi berdasarkan ketentuan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Namun, permasalahan hukum dalam perkara ini tidak hanya terletak pada terpenuhi atau tidaknya unsur jarimah pemerkosaan, tetapi juga pada penerapan ketentuan hukum terhadap pelaku yang masih berstatus anak. Pertimbangan hakim perlu dianalisis dalam kaitannya dengan harmonisasi antara ketentuan Qanun Jinayat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Disarankan agar hakim dalam memutus perkara pemerkosaan yang dilakukan oleh anak tidak hanya mempertimbangkan terpenuhinya unsur jarimah, tetapi juga memperhatikan kedudukan anak sebagai pelaku dengan mengacu pada Qanun Aceh tentang Hukum Jinayat dan ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak, sehingga putusan tetap memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjamin perlindungan dan pembinaan terhadap anak. Kata Kunci : Pemerkosaan Anak, Anak Di Bawah Umur, Perlindungan Anak, Pertimbangan Hakim.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Aina Nur Nabilla |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 06:21 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 06:21 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22602 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




