Ismail, Farhan (2026) PERAN PERSERIKATAN BANGSA BANGSA DALAM MENANGANI KRISIS KEMANUSIAAN ROHINGYA DI MYANMAR. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
Cover Farhan Ismail.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Abstrak Farhan Ismail.pdf Download (135kB) |
|
|
Text
Bab 1 Farhan Ismail.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka Farhan Ismail.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
Full Skripsi Farhan Ismail (220220022).pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Rohingya di Myanmar.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani krisis kemanusiaan Rohingya di Myanmar serta mengetahui hambatan yang dihadapi PBB dalam menjalankan perannya. Krisis kemanusiaan Rohingya merupakan masalah yang ditandai dengan kekerasan, diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia, pengusiran, dan perpindahan masyarakat Rohingya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari buku, jurnal, dokumen, laporan, dan sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan krisis Rohingya. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBB memiliki peran yang cukup penting dalam menangani krisis kemanusiaan Rohingya. Peran tersebut dilakukan melalui koordinasi bantuan kemanusiaan, perlindungan pengungsi, upaya perlindungan hak asasi manusia, penyampaian laporan mengenai kondisi Rohingya, serta upaya diplomasi dan mediasi dengan pihak-pihak yang terkait. PBB juga menjalankan perannya melalui beberapa lembaga, seperti UNHCR, UNICEF, OCHA, WHO, dan UNDP, serta melalui Special Rapporteur dan Fact-Finding Mission. Namun, dalam menjalankan perannya, PBB menghadapi berbagai hambatan, seperti penolakan pemerintah Myanmar terhadap keterlibatan pihak luar, alasan kedaulatan negara, keterbatasan mekanisme hukum internasional, hak veto Dewan Keamanan PBB, kondisi politik Myanmar, serta prinsip non-intervensi dan ASEAN Way. Dengan demikian, PBB telah berperan secara aktif dalam menangani krisis kemanusiaan Rohingya, tetapi pelaksanaannya belum sepenuhnya efektif karena masih dipengaruhi oleh berbagai hambatan politik, hukum, dan kelembagaan. Kata Kunci: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Krisis Kemanusiaan, Rohingya, Myanmar, Hak Asasi Manusia.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JX International law J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 67201 - Jurusan Ilmu Politik |
| Depositing User: | Farhan Ismail |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 06:04 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 06:04 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22592 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




