SYAKIRAH, NAJLA (2026) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH TERHADAP LIKUIDASI PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH KOTA JUANG DI KABUPATEN BIREUEN. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
SKRIPSI RESMI NAJLA SYAKIRAH.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Perlindungan hukum bagi nasabah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Perkembangan perekonomian yang sangat pesat telah membuat peningkatan kegiatan ekonomi terutama dalam bidang bisnis dan transaksi keuangan. Meskipun mekanisme perlindungan hukum bagi nasabah telah tertuang dalam berbagai regulasi, tetapi fakta di lapangan masih terdapat implementasi yang tidak sesuai dengan yang tertuang dalam undang-undang perbankan sehingga bank tersebut dilikuidasi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang perlindungan hukum bagi nasabah terhadap likuidasi PT. Bank Perkreditan Rakyat serta untuk mengidentifikasi upaya tanggung jawab bank terhadap nasabah jika terjadi likuidasi. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, melalui pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan seperti buku-buku hukum dan jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya perlindungan hukum bagi nasabah terhadap likuidasi PT. Bank Perkreditan Rakyat Syariah Kota Juang dijamin oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mengkoordinasikan langkah-langkah penanganan lebih lanjut dengan lembaga terkait, terutama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang turut aktif menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya. Seluruh tanggung jawab atas pengembalian aset simpanan PT. Bank Perkreditan Rakyat Syariah Kota Juang setelah terjadinya likuidasi meliputi seluruh kewajiban bank untuk melunasi pinjaman jaminan, simpanan dan agunan akan dialihkan kepada tim likuidasi yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar lembaga likuidasi dapat melakukan pengawasan dan pembinaan lebih lanjut kepada nasabah terkait informasi penyimpanan dan pinjaman yang jelas serta transparansi mengenai produk simpanan yang dijamin oleh LPS, termasuk mengadakan mekanisme klaim yang lebih sederhana dan pengembalian aset dalam jangka waktu lebih cepat bagi nasabah yang mengalami kerugian akibat likuidasi bank.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | NAJLA SYAKIRAH |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 03:35 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 03:35 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22497 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




