Kurnia, Sri (2026) ANALISIS PERBANDINGAN METODE SMART DAN ARAS DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DEBITUR KREDIT SEPEDA MOTOR. S2 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DRAFT TESIS KURNIA SELESAII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: https://unimal.ac.id/

Abstract

ABSTRAK Penilaian kelayakan calon debitur kredit sepeda motor pada PT Mega Central Finance (MCF) Cabang Lhokseumawe selama ini masih mengandalkan penilaian subjektif analis kredit sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan keputusan dan meningkatkan risiko kredit bermasalah. Penelitian ini bertujuan menerapkan dan membandingkan dua metode sistem pendukung keputusan, yaitu Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) dan Additive Ratio Assessment (ARAS), dalam menentukan kelayakan calon debitur. Penelitian menggunakan data primer berupa 223 berkas pengajuan pembiayaan sepeda motor periode 2024–2025 yang diambil dengan teknik sampling jenuh (total sampling), dengan tujuh kriteria penilaian hasil pemetaan prinsip 5C, yaitu usia, pendapatan bulanan, pekerjaan, status pernikahan, jumlah tanggungan, sisa pelunasan, dan uang muka. Bobot kriteria ditetapkan melalui expert judgment dengan teknik alokasi 100 poin dan digunakan secara identik pada kedua metode, sedangkan alternatif dinyatakan layak apabila nilai akhirnya mencapai batas minimal 0,60. Hasil penelitian menunjukkan metode SMART menghasilkan 96 debitur layak (43,0%) dan 127 tidak layak, sedangkan metode ARAS menghasilkan 181 debitur layak (81,2%) dan 42 tidak layak. Kedua metode konsisten dalam menempatkan alternatif berprofil kriteria ekstrem pada peringkat yang sama, namun terjadi pergeseran peringkat hingga 31 posisi pada alternatif dengan profil kriteria tidak seragam. Perbedaan tersebut bersumber dari mekanisme normalisasi, yaitu SMART menggunakan normalisasi min-max sehingga bersifat lebih selektif, sedangkan ARAS menggunakan rasio terhadap alternatif optimal sehingga bersifat lebih fleksibel. Dengan demikian, metode SMART lebih sesuai diterapkan pada kebijakan kehati-hatian, sedangkan metode ARAS lebih sesuai untuk perluasan penyaluran kredit. Kata Kunci: ARAS, kelayakan kredit, kredit sepeda motor sistem pendukung keputusan, SMART.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA75 Electronic computers. Computer science
Q Science > QA Mathematics > QA76 Computer software
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Pascasarjana > 71102 - Magister Teknologi Informasi
Depositing User: Sri Kurnia
Date Deposited: 03 Sep 2026 07:29
Last Modified: 03 Sep 2026 07:29
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22303

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by