Ramadhana, Sari (2026) PERKARA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DI HUKUM DENGAN PASAL PEMBUNUHAN BIASA (Kajian Putusan Hakim No.149/Pid.B/2020/PN Pbm). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
cayiii print.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
PERKARA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DI HUKUM DENGAN PASAL PEMBUNUHAN BIASA (Kajian Putusan Hakim No.149/Pid.B/2020/PN Pbm) Sumiadi S.H., M.Hum Dan Nabhani Yustisi, S.H., M.H. Tindak pidana pembunuhan merupakan kejahatan terhadap nyawa yang mendapat perhatian serius dalam hukum pidana Indonesia karena berkaitan dengan perlindungan hak hidup sebagai hak asasi manusia. Dalam KUHP, pembunuhan biasa diatur dalam Pasal 338 KUHP (Pasal 458 ayat (1) KUHP baru), sedangkan pembunuhan berencana diatur dalam Pasal 340 KUHP, yang dibedakan oleh adanya unsur "dengan rencana terlebih dahulu". Perbedaan penafsiran terhadap unsur tersebut masih sering terjadi dalam praktik peradilan, sebagaimana terlihat dalam Putusan Nomor 149/Pid.B/2020/PN Pbm, di mana terdakwa dijatuhi pidana berdasarkan Pasal 338 KUHP. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan Pasal 338 KUHP terhadap fakta persidangan serta mengkaji bagaimana seharusnya putusan tersebut diperbaiki apabila unsurunsur Pasal 340 KUHP sebenarnya telah terpenuhi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pasal 338 KUHP dalam Putusan Nomor 149/Pid.B/2020/PN Pbm belum sepenuhnya sesuai dengan fakta persidangan. Berdasarkan analisis alat bukti, keterangan saksi, keterangan terdakwa, dan Visum et Repertum, terdapat rangkaian perbuatan yang mengindikasikan unsur dengan rencana terlebih dahulu (voorbedachte raad), sehingga perbuatan terdakwa lebih tepat dikualifikasikan sebagai pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa eksaminasi putusan merupakan mekanisme yang paling relevan untuk mengevaluasi ketepatan penerapan hukum dalam putusan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berpendapat bahwa hakim perlu lebih cermat dalam menilai kesesuaian fakta persidangan dengan unsur-unsur tindak pidana, khususnya unsur dengan rencana terlebih dahulu dalam Pasal 340 KUHP. Selain itu, terhadap putusan yang masih menimbulkan perbedaan penafsiran, eksaminasi putusan perlu dijadikan sarana evaluasi ilmiah guna mendorong konsistensi penerapan hukum pidana di Indonesia. Kata Kunci : Pembunuhan Berencana, Pembunuhan Biasa, Pertimbangan Hakim, Pasal 338 KUHP, Pasal 340 KUHP
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Sari Ramadhana |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 06:53 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 06:53 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22282 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




