MIRANDA, WIDYA (2026) BEYOND DIGITAL DIVIDE: ANALISIS AGENCY MUZAKI DALAM RUANG PARTISIPASI YANG DIBATASI PLATFORM ZAKAT DIGITAL (Studi Kasus di Kota Lhokseumawe). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER WIDYA.pdf

Download (211kB)
[img] Text
ABSTRAK WIDYA.pdf

Download (294kB)
[img] Text
BAB I WIDYA.pdf

Download (468kB)
[img] Text
DAPUS WIDYA.pdf

Download (285kB)
[img] Text
SKRIPSI ACC CETAK mieranda (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batasan struktural yang tertanam dalam desain platform digital Baitul Mal Kota Lhokseumawe, mengeksplorasi strategi yang dikembangkan oleh muzaki dalam merespons keterbatasan platform, serta mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memfasilitasi atau menghambat kemampuan muzaki dalam berpartisipasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena digitalisasi zakat di Lhokseumawe yang masih berfokus pada kanal pembayaran tanpa menyediakan ruang partisipasi bermakna bagi muzaki, serta masih minimnya penelitian yang mengkaji pengalaman muzaki sebagai subjek utama zakat dari perspektif beyond digital divide. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aplikasi BSya dan website Baitul Mal, wawancara mendalam dengan tiga informan pengelola Baitul Mal, tujuh informan muzaki, dan satu informan BCA Syariah, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital Baitul Mal Kota Lhokseumawe memiliki tiga ketiadaan fitur partisipasi: (1) tidak tersedianya pilihan program penyaluran, (2) tidak tersedianya fitur pelacakan dampak individual, dan (3) tidak tersedianya ruang aspirasi yang berfungsi. Keterbatasan ini disebabkan oleh arsitektur teknis platform, pembagian peran antara BCA Syariah sebagai kanal pembayaran dan Baitul Mal sebagai pengelola dana zakat, serta ketergantungan Baitul Mal pada pihak ketiga. Kondisi ini mencerminkan kesenjangan penggunaan bermakna (Digital Divide Level 3). Muzaki merespons keterbatasan tersebut dengan tiga strategi yang dapat berjalan bersamaan: menerima dan diam, bersuara melalui jalan lain, dan keluar atau bypass (distribusi langsung ke mustahik). Berdasarkan hasil wawancara, muzaki melakukan bypass bukan karena tidak percaya kepada Baitul Mal, tetapi karena mereka ingin zakatnya segera sampai kepada penerima yang membutuhkan pada hari itu juga, tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang. Faktor usia menjadi penghambat utama adopsi digital, di samping faktor kesibukan, kepercayaan personal yang lebih dominan daripada budaya hormat, dan pembagian peran bank versus lembaga amil sebagai faktor struktural. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian digitalisasi zakat dengan menghadirkan perspektif yang berpusat pada muzaki, memperkaya diskursus beyond digital divide dalam konteks filantropi Islam, serta menjadi bahan masukan bagi Baitul Mal Kota Lhokseumawe dalam mengembangkan platform digital yang lebih partisipatif dan inklusif.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HJ Public Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > 60202 - Jurusan Ekonomi Syariah
Depositing User: WIDYA MIRANDA
Date Deposited: 03 Sep 2026 03:22
Last Modified: 03 Sep 2026 03:22
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22194

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by