RAHIMSYAH, IQBAL (2026) FENOMENA BERTINGGAL DI PESISIR KAMPUNG JAWA LAMA KOTA LHOKSEUMAWE. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
Cover.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
Full-Text.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
Abstract
Kampung Jawa Lama merupakan permukiman pesisir di Kota Lhokseumawe yang telah terbentuk sejak sekitar tahun 1930, namun kini menghadapi berbagai permasalahan hunian seperti kepadatan, genangan, dan kondisi permukiman yang kurang layak. Meski demikian, masyarakat tetap memilih bertahan tinggal di kawasan tersebut, sehingga fenomena ini perlu dipahami tidak hanya dari aspek fisik permukiman, tetapi juga dari pengalaman dan makna hidup yang dibangun masyarakat terhadap tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hubungan antara permukiman dan pemukim serta mengungkap cara bertinggal (dwelling) masyarakat pesisir Kampung Jawa Lama melalui pendekatan konsep Fourfold Martin Heidegger, yang meliputi Earth (bumi), Sky (langit), Gods (ketuhanan), dan Mortals (manusia). Penelitian menggunakan metode kualitatif eksplanatori dengan pendekatan fenomenologi, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena bertinggal masyarakat Kampung Jawa Lama terbentuk melalui keterkaitan keempat unsur tersebut: unsur Earth tercermin dari hubungan erat masyarakat dengan hunian dan laut sebagai sumber penghidupan; unsur Sky tercermin dari kemampuan adaptasi masyarakat terhadap kondisi cuaca dan iklim pesisir yang memengaruhi bentuk hunian; unsur Gods tercermin dari aktivitas spiritual dan keagamaan yang masih melekat dalam kehidupan sehari-hari; serta unsur Mortals tercermin dari interaksi sosial dan gotong royong yang membentuk rasa kebersamaan antarwarga. Keempat unsur tersebut saling berkaitan dan membentuk makna bertinggal masyarakat pesisir secara utuh, yang menjadi alasan utama masyarakat tetap mempertahankan tempat tinggalnya meskipun menghadapi berbagai keterbatasan lingkungan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions: | Fakultas Teknik > 23201 - Jurusan Teknik Arsitektur |
| Depositing User: | iqbal rahimsyah chaniago |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 06:33 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 06:33 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/22125 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




