AISYAH, AISYAH (2026) WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KONSINYASI ANTARA PRODUSEN KUE ADEE DENGAN PEDAGANG KECIL (Studi Penelitian Di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER AISYAH.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
ABSTRAK AISYAH.pdf Download (290kB) |
|
|
Text
BAB I AISYAH.pdf Download (430kB) |
|
|
Text
DAPUS AISYAH.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
Skripsi Aisyah Revisi Sidang docx.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Pasal 1243 Kitab Undang-undang Hukum Perdata menyebutkan bahwa “penggantian biaya, rugi dan bunga karena tidak di penuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya”. Pelaksanaan perjanjian konsinyasi yang terjadi di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya antara produsen kue Adee dengan pedagang kecil, para pihak mengadakan perjanjian secara lisan, mengakibatkan terjadinya wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya wanprestasi, bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi, serta upaya penyelesaian sengketa wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian konsinyasi antara produsen kue adee dengan pedagang kecil di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan sifat penelitian deskriptif. Pendekatan dilakukan melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan produsen kue adee, pedagang kecil dan instansi terkait, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang berkaitan dengan hukum perjanjian dan wanprestasi. Seluruh data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya wanprestasi antara lain penggunaan hasil penjualan untuk kepentingan pribadi, kondisi usaha yang mengalami kesulitan, serta rendahnya kesadaran dan pemahaman hukum mengenai hak dan kewajiban dalam perjanjian konsinyasi. Bentuk-bentuk wanprestasi yang ditemukan meliputi keterlambatan pembayaran hasil penjualan kepada produsen, pelaksanaan prestasi yang tidak sempurna, dan tidak melaksanakan prestasi sama sekali. Adapun upaya penyelesaian sengketa yang dilakukan para pihak pada umumnya ditempuh melalui jalur nonlitigasi, yaitu dengan musyawarah dan negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama serta mempertahankan hubungan kerja sama yang telah terjalin. Disarankan kepada pihak produsen dan pedagang kecil agar melaksanakan perjanjian konsinyasi tersebut secara tertulis.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | AISYAH AISYAH |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 04:42 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 04:42 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21930 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




