Nupus, Khairatun (2026) ANALISIS PENYELESAIAN HUKUM TERHADAP PENCEMARAN NAMA BAIK YANG DISELESAIKAN SECARA PERDATA (Studi Penelitian di Gampong Uteun Bayi Kota Lhokseumawe). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
REVISI SKRIPSI NUPUS (1 Juni 2026).pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: https://unimal.ac.id/

Abstract

RINGKASAN KHAIRATUN NUPUS NIM 200510101 ANALISIS PENYELESAIAN HUKUM TERHADAP PENCEMARAN NAMA BAIK YANG DISELESAIKAN SECARA PERDATA (Studi Penelitian Di Gampong Uteun Bayi Kota Lhokseumawe) (Husni, S.H., M.H. dan Teuku Yudi Afrizal, S.H., M.H.) Kehormatan dan nama baik merupakan hak kepribadian yang harus dilindungi, dan pelanggarannya seperti pencemaran nama baik dapat menimbulkan kerugian materiil dan immateriil yang penyelesaiannya ditempuh melalui gugatan perdata berdasarkan Pasal 1365 dan Pasal 1372 KUH Perdata. Kasus perselisihan salah satu warga di Gampong Uteun Bayi menunjukkan bagaimana tindakan yang dianggap merendahkan martabat dapat memicu sengketa yang memerlukan penyelesaian melalui mediasi maupun jalur hukum perdata. Fenomena ini mendorong perlunya penelitian mengenai mekanisme penyelesaian hukum terhadap pencemaran nama baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan bersifat deskriptif analitis. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan geuchik, korban, dan pelaku, analisis dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian hukum terhadap pencemaran nama baik yang diselesaikan secara perdata pada prinsipnya bertujuan memulihkan martabat dan hak korban sesuai Pasal 1365 serta Pasal 1372 sampai Pasal 1380 KUH Perdata, namun di Gampong Uteun Bayi mekanisme yang ditempuh hanya berupa mediasi gampong yang menghasilkan perdamaian tanpa kompensasi, tanpa pemulihan formal, dan tanpa pengakuan tegas atas kesalahan pelaku sehingga pemulihan nama baik korban tidak tercapai secara utuh. Efektivitas pendekatan mediasi di Gampong Uteun Bayi sebagai dasar penyelesaian sengketa perdata juga terbatas karena meski mampu meredakan ketegangan sosial, mediasi adat tersebut tidak memenuhi standar pemulihan hak perdata, tidak memberikan ganti rugi immateriil, tidak memulihkan reputasi korban di ruang sosial, tidak mencegah pengulangan perbuatan, serta dijalankan dalam kondisi akses korban terhadap jalur hukum formal yang terbatas, sehingga mediasi lebih berfungsi meredakan konflik daripada memulihkan kehormatan dan nama baik korban secara adil. Pemerintah gampong disarankan menetapkan prosedur penyelesaian sengketa perdata pencemaran nama baik yang mengintegrasikan mediasi adat melalui pencatatan resmi pengakuan kesalahan, penetapan ganti kerugian immateriil, pemulihan nama baik korban secara terbuka, serta penyusunan berita acara dan perjanjian pencegahan pengulangan yang mengikat secara administratif, sehingga penyelesaian sengketa tidak berhenti pada perdamaian simbolis, tetapi memberi kepastian hukum, memulihkan martabat korban secara nyata, dan menjaga keharmonisan sosial di lingkungan gampong. Kata Kunci Penyelesaian Hukum, Pencemaran Nama Baik, Perdata.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Khairatun Nupus
Date Deposited: 01 Sep 2026 03:39
Last Modified: 01 Sep 2026 03:39
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21888

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by