Sinaga, Armira Madiana (2026) KEDUDUKAN ASET KRIPTO SEBAGAI OBJEK JAMINAN FIDUSIA DALAM PERSEPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
SKRIPSI ARMIRA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: https://unimal.ac.id/

Abstract

INTI SARI Perkembangan aset kripto di Indonesia mencapai 22,11 juta investor pada November 2024, namun ketiadaan kepastian hukum sebagai objek jaminan fidusia menimbulkan risiko signifikan karena Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tidak mengantisipasi aset digital berbasis blockchain. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan hukum aset kripto sebagai benda bergerak tidak berwujud yang dapat dijadikan objek jaminan fidusia serta kelayakan penerapan pengalihan hak kepemilikan secara kepercayaan (fiducia cum creditore) terhadap aset kripto yang tidak berwujud dan tidak terdaftar secara formal. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual melalui studi kepustakaan, penelitian menemukan bahwa aset kripto secara normatif memenuhi unsur sebagai benda bergerak tidak berwujud berdasarkan Pasal 1 angka 2 dan Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia serta Pasal 499, 503, dan 509 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga teoretis sah dijadikan objek jaminan fidusia. Namun, penerapan fiducia cum creditore menghadapi tantangan hukum berupa benturan dengan asas spesialitas, asas publisitas, dan mekanisme eksekusi yang diatur dalam Undang-Undang Jaminan Fidusia, sehingga belum dapat dinyatakan efektif tanpa adanya peraturan teknis yang adaptif. Teknologi seperti dompet multimilik, kontrak pintar, dan layanan kustodian dapat menjadi solusi, tetapi tetap memerlukan pengakuan hukum yang eksplisit. Oleh karena itu, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat disarankan merevisi Undang-Undang Jaminan Fidusia atau menerbitkan peraturan khusus (lex specialis) yang mengatur spesifikasi objek, pengakuan dompet multi-tanda tangan dan kustodian, modernisasi sistem pendaftaran, prosedur penilaian berdasarkan harga pasar, serta perlindungan konsumen, sementara praktisi hukum dan lembaga keuangan disarankan bersikap hati-hati dan mencantumkan klausula yang lengkap dalam akta. Kata Kunci : Aset Kripto, Objek Jaminan, Fidusia, Benda Tidak Berwujud, Fiducia Cum Creditore

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Armira Madiana Sinaga
Date Deposited: 31 Aug 2026 03:39
Last Modified: 31 Aug 2026 03:39
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21805

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by